Senin, 02 November 2009

Bagaimana untuk Dapat Khusyu' Ketika Shalat

Kekhusyu'an itu banyak disalah artikan oleh banyak orang sebagai hanya dapat menangis di dalam shalat. Khusyu' itu adalah menghadirkan hati ketika beribadah. ketika hati seseorang dipenuhi dengan makna apa-apa yang ia katakan, maka ia telah benar-benar dalam kondisi khuysu'. Konsep khusyu' dalam shalat inilah yang sangat penting, karena:

Kekhusyukan dalam shalat merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam menentukan kesuksesan seseorang dalam hidupnya di dunia dan akhirat.
"Sesungguhnya, orang-orang beriman, yang khyusu' dalam shalatnya, adalah orang-orang yang menang"

Ini merupakan salah satu faktor penentu diterimanya ibadah shalat atau tidak.

Ini merupakan salah satu cara untuk mendapatkan pahala lebih dari Allah swt.

Khusyu' dapat mempermudah untuk membersihkan hati.


Cara mendapatkan khusyu'

Sebelum Shalat

Seorang muslim hendaklah mengetahui sifat-sifat Allah. Mengentahui sang pencipta dapat membantu kita sebagai hamba yang lebih baik dan juga menambah kecintaan dan keimanan kepada Allah

Menghindari dosa-dosa kecil dan besar dan mempermudah hati kita menerima hidayat dari Allah dan juga dapat melembutkan hati.

Sering-seringlah membaca Alquran, karena hal ini dapat melembutkan hati. Hati yang keras tidak akan mungkin untuk dapat khusyu'

Janganlah banyak memikirkan hal-hal keduniawian, memikirkan kematian dan kiamat dapat membantu kita melawan hawa nafsu dunia

Hindari terlalu banyak tertawa atau perkataan yang sia-sia, karena hal ini dapat mengeraskan hati

ketika azan mengumandang, berhenti sejenak dari apa yang anda kerjakan. Dengarkan azan itu dengan khusyu', dan ulangilah kalimat muazzin. Ini dapat mempersiapkan hati dan pikiran kita untuk dapat khusyu' menjalankan shalat

Bergegaslah untuk berwudhu setelah mendengar azan

Pergilah ke masjid untuk shalat, dan berdzikirlah di sepanjang perjalanan, karena hal ini dapat mengusir godaan syaitan dan dapat membantu mempersiapkan konsentrasi untuk shalat

Gunakanlah waktu sebelum shalat (setelah azan, sebelum iqamat) untuk mempersiapkan diri untuk shalat.

Ketika Shalat

Waktu iqamat itu merupakan kesempatan terakhir bagi kita untuk mempersiapkan diri untuk shalat, gunakanlah

Ketika menghadap kiblat, bayangkan seolah-olah:

Bahwa shalat yang akan kita laksanakan ini adalah shalat terakhir kita.

Bahwa kita sedang berdiri di depan Allah swt, bagaimana kita dapat sibuk memenuhi hati dan pikiran kita dengan hal-hal lain?

bahwa malaikat maut sedang mengejar kita.


Jangan lupa isti'azah, karena ini dapat menghalau bisikan-bisikan syaitan

Ketika membaca Alfatihah, bayangkan jawaban Allah untuk setiap ayat yang kita ucapkan (ketika kita mengucapkan: Alhamdulillahi rab-bil 'alamin, Allah menjawab: Hambaku telah memujiku. Perasaan ini dapat membantu kita untuk khusyu'.

Memperindah bacaan quran kita

Bacalah bacaan quran secara pelan dan resapi maknanya

Variasikanlah pilihan surat pendek yang kita baca ketika shalat. Jika membaca satu surat secara terus-menerus akan membuat kita membaca surat itu tanpa menghadirkan hati, tetapi hanya menggerak-gerakkan mulut

Belajarlah bahasa arab, karena hal ini tentu saja dapat menambah kekhusyukan jika kita mengerti apa yang kita katakan dalam shalat

Berinteraksilah dengan ayat alquran yang kita baca: Jika ayat itu menyuruh kita untuk menyebut nama Allah, maka sebutlah

Ketika sujud, ingatlah posisi ini dimana posisi kita paling dekat kepada Allah, berdoalah ketika dalam sujud ini


Setelah shalat

Berdzikir dan berdoalah

Bersyukurlah kepada Allah

Tanamkan di dalam hati bahwa shalat berikutnya mesti lebih baik dari sholat sebelumnya

diterjemahkan dari artikel yang ditulis oleh Dr Mamdouh N. Mohamed, Associate Professor di the American Open University.

Tidak ada komentar: