Jumat, 27 November 2009

BakSos PC IMM Klaten (Manjalin Ukhuwah Masyarakat)

Ucap Syukur kepada Allah swt yang telah memberikan kekuatan kepada kita semua atas segala nikmat serta taufiknya sehingga kita dapat melaksnakan kegiatan Bakti Sosial yang dilaksanakan Jum'at - Sabtu, 27-28 November 2009 di Pendem, Jarum, Bayat, Klaten dengan tema "Menjalin Ukhuwah Menepis 'Adawah".

Bakti Sosial ini dilaksanakan PC IMM Klaten untuk lebih bisa menjalin ukhuwah dan Dakwah Islamiyah di masyarakat Pendem, Jarum, Bayat, Klaten. Acara ini bersamaan dengan adanya hari Raya Idul Adha yang mana kami juga melaksanakan pembagian daging hewan kurban kepada masyarakat. Selain pembagian daging hewan Kurban, kami juga mengadakan lomba buat anak-anak TPA. Diantara Lomba-lomba yang kami adakan buat anak-anak TPA yaitu : Lomba Cerdas Cermat Agama Islam, Lomba Qiroatil Qur'an, Lomba Tata Cara Sholat yang benar, dan Lomba Lari Malaikat.

Tidak hanya itu saja, kami juga mengadakan periksa kesehatan dan pengobatan gratis yang dibantu oleh temen-temen Mahasiswa STIKES Muhammadiyah Klaten serta di dampingi oleh Dosen yang bersangkutan serta di dampingi oleh Puskesmas setempat. Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis dilaksanakan setelah pembagian daging Hewan Kurban, tepatnya setelah sholat ashar.

Antusias dan respon dari masyarakat setempat sangat bagus, dan ada yang merasa sangat senang dengan adanya BakSos yang tengah kami laksanakan di tempat itu, karena mempunyai pengaruh dari masyarakat pentingnya hidup sehat dan pentingnya menjalin ukhuwah di antara sesama serta pentingnya hidup rukun dan saling tenggang rasa di dalam masyarakat.

Malamnya setelah sholat isya' kami mengadakan Pengajian Akbar dengan pembicara beliau Bp. Drs. H. Ngadimin yang dilaksanakan di Masjid Maghfirah Pendem. Kami tengah mengundang masyarakat bersamaan tadi siang memberikan daging korban kepada mereka.

dan Akhirnya demikian kegiatan Bakti Sosial kali ini, semoga banyak manfaatna yang bisa petik bersama dan sebagai pelajaran buat kita semua, semangat buat PC IMM Klaten, Hidup PC IMM Klaten, Selalu berusaha dan berjuang untuk Islam...fastabiqul qhairat.....Share/Bookmark

Malaikat maut kerap melihat anda…. Waspadalah.. .

BETAPA kerapnya malaikat maut melihat dan merenung wajah seseorang, yaitu dalam masa 24 jam sebanyak 70 kali... Andainya manusia sadar hakikat tersebut, niscaya dia tidak akan lalai mengingati mati. Tetapi oleh kerana malaikat maut adalah makhluk ghaib, manusia tidak melihat kehadirannya, sebab itu manusia tidak menyadari apa yang dilakukan oleh Malaikat Izrail.

Justru itu, tidak heranlah, jika ramai manusia yang masih mampu bersenang-lenang dan bergelak-ketawa, seolah-olah dia tiada masalah yang perlu difikirkan dan direnungkan dalam hidupnya. Walaupun dia adalah seorang yang miskin amal kebajikan serta tidak memiliki sebarang bekalan untuk akhiratnya, dan sebaliknya banyak pula melakukan dosa.

Sebuah hadis Nabi s.a.w yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas r.a, bahwa Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya :
Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenung wajah seseorang, didapati orang itu ada yang gelak-ketawa. Maka berkata Izrail : Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah Taala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih bergembira ria dan bergelak ketawa.

Manusia tidak akan sadar bahwa dirinya sentiasa diperhatikan oleh malaikat maut, kecuali orang-orang soleh yang senantiasa mengingati mati. Golongan ini tidak lalai dan sentiasa sadar terhadap kehadiran malaikat maut, karena mereka sentiasa meneliti hadis-hadis Nabi s.a.w yang menjelaskan mengenai perkara-perkara ghaib, terutama mengenai hal ehwal mati dan hubungannya dengan malaikat maut.

Meski pun mata manusia hanya mampu melihat benda yang nyata, tidak mungkin dapat melihat kehadiran malaikat maut itu. Namun pandangan mata hati mampu melihat alam ghaib, yaitu memandang dengan keyakinan iman dan ilmu.

Sebenarnya manusia itu sadar bahwa setiap makhluk yang hidup pasti akan mati, tetapi manusia menilai kematian dengan berbagai tanggapan. Ada yang menganggap kematian itu adalah suatu hal yang biasa sebagai pendapat golongan athies, dan tidak kurang pula yang mengaitkan kematian itu dengan sebab-sebab yang lahir sahaja. Dia mengambil logika, bahwa banyak kematian disebabkan oleh sesuatu tragedi, seperti diakibatkan oleh peperangan, bencana alam seperti banjir, gempa bumi, kebakaran dan juga kemalangan baik diudara, laut dan daratan termasuk kemalangan jalan raya.

Selain itu, mereka juga melihat kematian disebabkan oleh serangan penyakit yang marabahaya seperti penyakit parah, sakit jantung, AIDS, demam tinggi, dan sebagainya. Disebabkan manusia melihat kematian hanya dari sudut sebab musabab yang lumrah, maka manusia sering mengaitkan kematian itu dengan kejadian-kejadian yang tersebut di atas. Jika berlaku kematian dikalangan mereka, lantas mereka bertanya, sebab apa si fulan itu mati, sakitkah atau kemalangankah?

Tidak ramai manusia yang mengaitkan kematian itu dengan kehadiran malaikat maut yang datang tepat pada saat ajal seseorang sudah sampai, sedangkan malaikat maut sentiasa hadir di sekeliling manusia, mengenal-pasti memerhatikan orang-orang yang tempo hayatnya sudah tamat.

Sesungguhnya malaikat maut menjalankan arahan Allah SWT dengan tepat dan sempurna, dia tidak diutus hanya untuk mencabut roh orang sakit sahaja, ataupun roh orang yang mendapat kecelakaan dan malapetaka. Jika Allah SWT menetapkan kematian seseorang ketika berlaku kemalangan, atau ketika diserang sakit tenat, maka Izrail mencabut roh orang itu ketika kejadian tersebut.

Namun ajal tidak mengenal orang yang sehat, ataupun orang-orang mewah yang sedang hidup rehat dibuai kesenangan. Malaikat maut datang tepat pada waktunya tanpa mengira orang itu sedang ketawa riang atau mengerang kesakitan. Bila ajal mereka sudah tiba, maka kematiannya tidak akan tertangguh walau sesaat.

Walau bagaimana pun, ada ketikanya Allah SWT jadikan berbagai sebab bagi satu kematian, yang demikian itu ada hikmah disebaliknya. Misalnya sakit tenat yang ditanggung berbulan-bulan oleh seseorang, ia akan menjadi rahmat bagi orang yang beriman dan sabar, kerana Allah Taala memberi peluang dan menyadarkan manusia agar dia mengingati mati, untuk itu dia akan menggunakan masa atau usia yang ada untuk berbuat sesuatu, membetulkan dan bertaubat dari dosa dan kesilapan serta memperbaiki amalan, serta menambah bekalan untuk akhirat, jangan sampai menjadi orang merugi di akhirat kelak.

Begitu juga orang yang mati mengejutkan disebabkan kemalangan, ia akan menjadi pelajaran dan memberi peringatan kepada orang-orang yang masih hidup supaya mereka sentiasa berwaspada dan tidak lalai dari berusaha memperbaiki diri, menambah amal kebajikan dan meninggalkan segala kejahatan. Karena sekiranya ajal datang secara tiba-tiba pasti akan membawa sesal yang tidak berguna.

Di kalangan orang solihin menganggap bahwa sakit yang ditimpakan kepada dirinya adalah sebagai tanda bahwa Allah SWT masih menyayanginya. Karena betapa malangnya bagi pandangan meraka, jika Allah SWT mengambil roh dengan tiba-tiba, tanpa sebarang amalan terlebih dahulu. Seolah-olah Allah SWT sedang murka terhadap dirinya, sebab itulah Allah SWT tidak memberi tanda terlebih dahulu kepadanya. Keadaan orang itu ibarat orang yang tidak menyadari adanya bahaya di hadapannya, jika ada tanda terlebih dahulu niscaya dia akan terjerumus ke lembah bahaya itu.

Selain itu, Allah Taala menjadikan sebab-sebab kematian itu bagi memenuhi janji-Nya kepada malaikat maut, sebagaimana di riwayatkan oleh Saidina Abbas r.a dalam sebuah hadis Nabi yang panjang. Antara lain menjelaskan bahwa Izrail merasa kesedihan apabila dibebankan dengan tugas mencabut roh makhluk-makhluk bernyawa karena di antara makhluk bernyawa itu termasuk manusia yang terdiri dari kekasih-kekasih Allah SWT yaitu para Rasul, nabi-nabi, wali-wali dan orang-orang solihin.

Selain itu juga, malaikat maut mengadu kepada tuhan betapa dirinya tidak disenangi oleh keturunan Adam a.s, dia mungkin dicemooh kerana dia ditugaskan mencabut roh manusia, yang menyebabkan orang akan berdukacita, karena kehilangan sanak-saudara dan orang-orang yang tersayang di kalangan mereka.

Diriwayatkan bahwa Allah SWT berjanji akan menjadikan berbagai-bagai sebab kepada kematian yang akan dilalui oleh keturunan Adam a.s sehingga keturunan Adam itu akan memikirkan dan mengaitkan kematian itu dengan sebab-sebab yang dialami oleh mereka. Apabila berlakunya kematian, mereka akan berkata bahwa si fulan itu mati kerana mengidap sakit, ataupun kerana mendapat kemalangan, mereka akan terlupa mengaitkan malaikat maut dengan kematian yang berlaku itu.

Ketika itu, Izrail tidak perlu bersedih kerana manusia tidak mengaitkan kematian tersebut dengan kehadiran malaikat maut, yang sememangnya diutus oleh Allah SWT pada saat malapetaka atau sakit tenat seseorang itu bertepatan dengan ajal mereka yang sememangnya telah tiba.

Namun pada hakikatnya bahwa ajal itu adalah ketetapan Allah, yang telah termaktub sejak azali lagi. Semuanya telah nyata di dalam takdir Allah, bahwa kematian pasti tiba pada saat yang ditetapkan. Izrail hanyalah bala tentara Allah yang menjalankan tugas seperti yang diamanahkan kepadanya.

Walau bagaimana pun adalah menjadi hak Allah Taala untuk menentukan kematian seseorang itu baik berakibat ataupun tidak, sebagai mana yang dinyatakan pada awal tulisan ini bahwa ada ketikanya malaikat maut hendak mencabut roh seseorang, tetapi manusia yang dikunjungi malaikat maut sedang dalam keadaan bergembira ria dan bergelak-ketawa, hingga malaikat maut berasa heran terhadap manusia itu.

Ini membuktikan bahwa kematian itu tidak pernah mengenal baik seseorang yang sedang sakit atau pun ketika sehat dan segar-bugar.

Firman Allah Taala yang bermaksud :
Tiap-tiap umat mempunyai ajal, maka apabila telah datang ajalnya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat ( pula ) mempercepatkannya.
( Surah Al-Araf ayat 34 ), di ambil dari berbagai sumber. Utama Al-Qur'an dan Hadits..Heruoestly
Share/Bookmark

Jumat, 20 November 2009

Said Tuhuleley: ”Kehendak Rakyat Seperti Air Bah”

Yogyakarta- Ketika negara bermasalah dan fungsi parlemen tidak berjalan, maka gerakan oposisi jalanan akan berbicara, karena kehendak rakyat seperti air bah yang tidak dapat dibendung.

Demikian disampaikan ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Said Tuhuleley, dalam pengantar diskusi Oposisi & Masa Depan Demokrasi di Indonesia, di gedung PP Muhammadiyah, jln. Cik Di Tiro, Kamis (12/11/2009). Menurut Said, air bah yang beresiko destruktif, memerlukan kanal-kanal untuk dapat menyalur secara smooth dan tidak merusak, walaupun kanal-kanal rakyat ini sudah mulai tertutup. “Tertutupnya kanal-kanal rakyat, menyebabkan munculnya kanal-kanal baru seperti parlemen online, walaupun yang lebih berbahaya lagi adalah parlemen offline,” ungkap Said.

Dalam diskusi publik yang dilaksanakan oleh MPM PP Muhammadiyah, tampil sebagai pembicara, Piet Hizbullah Khaidir mantan ketua DPP IMM (Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), Cornelis Lay pakar politik UGM, dan Tamrin Amal Tomagola sosiolog UI.

IPM Sulsel Ciptakan Generasi Jurnalis Advokatif

Gowa, Sulawesi Selatan - Media Massa saat ini mendominasi perkembangan telekomunikasi dan Informasi di dunia dengan mempermudah komunikasi antara satu manusia dengan manusia yang lain bahkan memberikan informasi ke seluruh penjuru dunia dengan sangat mudah bagi masyarakat yang membutuhkannya. Oleh karena itu Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Sulawesi Selatan ikut berperan aktif dalam mempersiapkan generasi unggul dan cerdas khususnya dikalangan pelajar.

“IPM sebagai organisasi Intelektual dikalangan pelajar harus dapat menciptakan wartawan yang berwawasan advokatif untuk dapat melakukan pendampingan dan pembelaan terhadap pelajar yang terdiskriminasikan”, ungkap Fanny Dirgantara, Sekretaris Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) dalam penutupan Pelatihan Jurnalistik Pelajar dan Advokasi Dini (8/ 11/ 2009) yang dilaksanakan oleh PW IPM Sulawesi Selatan pada tanggal 5 – 8 Nopember 2009.

Pada saat ini sedikit sekali media yang membela dan mendampingi pelajar yang menjadi korban kekerasan dan terdiskriminasikan oleh kebijakan sekolah sehingga banyak kasus pelajar di sekolah sangat jarang di publikasikan oleh media massa khususnya di Sulawesi Selatan. Ini merupakan PR (Pekerjaan Rumah) bagi IPM Sulawesi Selatan, lanjut Sekretaris Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah tersebut.

IPM seharusnya tidak hanya melindungi pelajar yang terdiskriminasi dan terlibat kasus kekerasan tetapi juga harus bisa mengkritisi akar masalanya yang bersumber pada kebijakan di bidang Pendidikan di Provinsi Sulawesi Selatan yang tidak berpihak pada Pelajar, harapan kami setelah usai pelatihan Jurnalistik Pelajar dan Advokasi Pelajar Dini peserta yang terdiri dari Pelajar Se-Sulawesi Selatan yang berjumlah 85 peserta dapat mengembangkan pengetahuan yang telah diperoleh dari pelatihan ini, agar dapat terciptanya pelajar – pelajar jurnalistik yang berwawasan advokatif yang dapat melindungi pelajar pada 5 – 10 tahun mendatang di Sulawesi Selatan, sahut Zulfikar Ahmad Tawalla, Ketua Umum PW IPM Sulawesi Selatan dalam penutupan Pelatihan Jurnalistik Pelajar dan Advokasi Dini tersebut.(Heru Cahyono, Sekretaris Umum PD IPM Klaten)

Paradigma Baru Peradilan Akuntabel Dan Transparan

Yogyakarta- Masyarakat kini disodorkan pada drama perseteruan KPK VS POLRI yang memasuki babak baru pasca diperdengarkannya rekaman di Mahkamah Konstitusi beberapa waktu lalu. Rekaman tersebut membuat masyarakat terkejut. Integritas lembaga hukum di Indonesia kian dipertaruhkan. Krisis kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum pun semakin kuat.

“Kalau polisi dan jaksanya sudah seperti itu, banyak rekayasa, mudah-mudahan hakimnya masih bisa menjaga martabat lembaga penegak hukum”, ujar Iwan Satriawan, Dosen Hukum UMY, saat memberikan pengantar pada Seminar Nasional “Paradigma Baru Pengawasan Hakim Menuju Peradilan Yang Akuntabel dan Transparan” hari Rabu (11/11/2009) di Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Sementara itu, Koordinator Bidang Penilaian Prestasi Hakim dan Seleksi Hakim Agung Komisi Yudisial RI, Prof. Dr. H. Mustafa Abdullah, mengungkapkan, di tingkat dunia, indeks korupsi Indonesia selalu tinggi, termasuk yang terkorup. Korupsi di Indonesia bukan lagi kejahatan bisa, tapi sudah menjadi kejahatan luar biasa. “Jika tiga batu dijatuhkan dari pesawat terbang yang terbang di Indonesia, maka satu diantaranya akan mengenai kepala koruptor,” paparnya. Ia mengungkapkan anekdot yang menggambarkan betapa parahnya korupsi yang terjadi di Indonesia.

Selama ini penanganan kasus korupsi belum maksimal. Masih banyak kasus yang berakhir dengan putusan yang kurang memuaskan. Dari pantauan Indonesia Corruption Watch (ICW), dari 196 terdakwa kasus korupsi pada semester I tahun 2008, sebanyak 104 (53%) divonis bebas. 92 terdakwa yang divonis bersalah juga belum memberikan efek jera.

Dalam seminar yang diselenggarakan atas kerjasama Komisi Yudisial RI, Fakultas Hukum RI, dan Lembaga Hukum dan HAM PW Muhammadiyah DIY ini dijelaskan tentang Komisi Yudisial diharapkan mampu mereformasi sistem peradilan di Indonesia, meningkatkan kepercayaan pada hakim, menjaga citra hakim, dan meningkatkan kualitas hakim.

H. M. Hatta Ali, SH, MH, Ketua Muda Bidang Pengawasan Mahkamah Agung menambahkan bahwa hakim tidak boleh diintervensi pemerintah. Sejak tahun 2006, MA telah menyusun sistem pengawasan. Hal ini dilakukan demi meningkatkan pengawasan meningkatkan kualitas peradilan dan kehakiman. Ia menegaskan, ”Tolong para hakim! Paradigma di MA sudah berubah, kita harus meningkatkan kinerja kita”. Para hakim kini tidak bisa mengelak lagi dari pengawasan publik. Juni 2009 lalu, MA telah meresmikan Desk Informasi dan Pengaduan MA RI. Sesaat setelah diresmikannya, sudah terdaftar sejumlah 105 pengaduan melalui website resmi MA.

Seminar yang juga menghadirkan Nur Ismanto, SH, M.Si, Ketua Perhimpunan Advokasi Indonesia (PERADI) Cabang Yogyakarta dan Trisno Raharjo, Dosen dan pengamat hukum ini semakin menarik saat Sahlan, seorang mantan hakim yang hadir memberikan tanggapan akan laporan MA dan membeberkan pengalamannya selama menjadi hakim hingga memutuskan untuk mengundurkan diri karena tidak tahan dengan kondisi yang ditemuinya.

Peradilan yang akuntabel dan transparan akan terwujud jika kehormatan dan martabat hakim terjaga dalam dua hal, putusan hakim dan perilaku hakim. Didukung dengan pengawasan yang menyeluruh terhadap kondisi hakim dan peradilan.(H_cY)

FK UMS Gelar Seminar Rhinitis Alergi dan Asma

Solo - Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerjasama dengan RSUD Karanganyar menggelar Seminar Nasional bertemakan Up-date Manajemen Komprehensif Rhinitis Alergi dan Asma pada Senin (9/11) di Hotel Novotel Solo. Dilanjutkan Workshop Pelatihan Bedah Sinus Endoskopi Fungsional pada Selasa (10/11) di RSUD Karanganyar.

Tampil sebagai pembicara pada Seminar tersebut, antara lain : Ahli Paru Prof. Dr. dr. H Suradi, Sp. P(K) MARS; Pengajar FK UMS Dr. H. Djoko Sindusakti, Sp. THT-KL (K), MBA, MARS, M.Si; Kepala Bagian THT RSUD Karanganyar Dr. H. Iwan Setiawan Adji, Sp.THT-KL; dan Ketua IDI Cab Solo Dr. Ganung Harsono, Sp. A (K).

“Hampir tiga perempat kasus rhinitis disertai asma, dan pada kasus rhinitis-asma yang muncul bersama, sering rhinitis tidak terobati karena perhatian penderita dan dokternya lebih focus ke penanganan asma, sehingga terapi menjadi tidak efektif,” jelas Dekan FK UMS dr. Bakri B Hasbullah, Sp.B, FINACS terkait latar belakang penyelenggaraan Seminar.

Tujuan diadakan Seminar dan Workshop, antara lain : meningkatkan kemampuan Tim Work Rhinitis-Asma, dan permasalahan dokter THT-KL daerah tereliminasi. (Heru Cahyono)

Senin, 02 November 2009

Tak Cukup Hanya Minta Maaf, Kapolri Harus Pecat Susno


Jakarta - Permintaan maaf Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) tentang munculnya istilah cicak vs buaya diapresiasi. Seharusnya Kapolri tidak cukup minta maaf, tapi harus memberi sanksi kepada oknum yang menyebut istilah cicak dan buaya, Komjen Pol Susno Duadji.

"Maaf harus diikuti tindakan pada oknum di polisinya. Kalau perlu sampai dipecat, karena kata-kata itu justru menimbulkan polemik yang bergulir," kata anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW) Illian Deta Sari di Jakarta, Senin (2/11/2009).

Istilah cicak dan buaya, berdasarkan catatan pers pertama kali disampaikan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji. Cicak merujuk KPK, sedangkan buaya merujuk ke Polri.

"Buktinya sudah ada, polisi jangan sungkan dan tanggung-tanggung kalau ingin membersihkan diri," jelas Illian.

Illian, sebagai contoh mengungkapkan rekam jejak Susno yang pernah menemui buron KPK Anggoro Widjojo.

"Coba apa boleh bertemu buron. Warga saja yang tahu buron harus diperiksa. Harus ada tindakan nyata seperti apa," tutupnya.

Gerakan Trituka untuk Tuntaskan KPK vs Polri

Jakarta - Perseteruan antara KPK dan Polri pasca penahanan Bibit dan Chandra membuat suasana politik nasional memanas. Terinspirasi Tritura pada 1960-an, Ketua Majelis Pakar DPP PPP Lukman Hakiem mengkampanyekan tri tuntutan keadilan (Trituka) guna menuntaskan pertikaian ini.

"Kisruh KPK-Polri saat ini hanya bisa dituntaskan secara adil dengan Trituka," kata Lukman kepada detikcom, Senin (2/11/2009).

Mantan Sekretaris Fraksi PPP DPR itu menilai gerakan Trituka jika dilakukan secara massif akan bisa menjadi gelembung gerakan rakyat melawan korupsi dan keadilan. Karena itu, semua komponen yang masih dengan keadilan dan anti korupsi harus menunjukkan keprihatinannya dalam kasus ini.

Menurut Lukman, 3 tuntutan keadilan itu adalah pertama, menuntut semua rekaman yang ada di KPK dibuka ke publik. "Bukan disita karena ada yang ketakutan kejahatannya terkuak," papar Lukman.

Kedua, menuntut adanya laporan audit investigasi BPK atas Bank Century yang dilengkapi dengan rincian aliran arus dana Rp 6,7 triliun. Ini sangat penting agar publik tahu siapa saja yang menikmati uang haram tersebut.

"Kita tetap harus mengingatkan kasus ini agar tidak dilindas kasus KPK-Polri, karena jangan-jangan ini bagian dari agar kasus Century ini tertutup" paparnya sambil tertawa.

Ketiga, tim independen untuk mengusut perseteruan antara KPK dengan Polri guna ditemukan titik keadilan dan transparansi dalam kasus ini. detik.News

Terlibat Tim Sukses Calon Bupati, Ketua IPM Sulsel Didesak Mundur

MAKASSAR, TRIBUN - Beberapa Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Se-Sulsel dalam pertemuan di Warkop Cappo (Jl.Sulan Alauddin), Rabu (21/10), mengeluarkan pernyataan sikap bersama terkait dengan keterlibatan Dzulfikar, Ketua Umum IPM Sulsel sebagai tim sukses salah satu calon Bupati di Kabupaten Pangkep. Demikian rilis yang dikirim ke redaksi Tribun Timur, beberapa saat lalu.

"Pelanggaran konstitusi tidak bisa dibiarkan terus berlarut-larut. Keterlibatan Dzulfikar sebagai tim sukses calon Bupati merupakan pengkhianatan terhadap konstitusi IPM. IPM adalah gerakan pencerahan dan pencerdasan pelajar, kalau mau berpolitik praktis, bergabung saja dengan Partai Politik", tegas Hasanuddin, Ketua IPM Makassar. Hasan melanjutkan bahwa mereka kini telah menggalang aliansi IPM Daerah untuk melakukan mosi tidak percaya terhadap Dzulfikar.

"Sudah ada tujuh Pimpinan Daerah yang bergabung bersama kami, diantaranya IPM Makassar, Gowa, Takalar, Maros, Pangkep, Bantaeng dan Bulukumba. Kami yakin dukungan terhadap gerakan ini akan terus bergulir. Selanjutnya kami akan bersurat secara resmi ke Pimpinan Pusat IPM dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel" tambah calon Sarjana Teknik Universitas Negeri Makassar ini.

Sementara itu Haris, Sekum IPM Gowa menambahkan bahwa sejak kepemimpinan Dzulfikar, IPM telah terseret terlalu jauh kedalam aktivitas politik praktis. "Sebenarnya suara-suara kritis telah kami sampaikan berulangkali, namun Fikar tak pernah menggubrisnya. Malahan suara kami dibungkam melalui SK pembekuan Pimpinan Daerah IPM Gowa" papar Haris dengan geram.

Pernyataan diatas disimpulkan oleh Shadri, Sekum IPM Takalar. "Tuntutan kami sangat konkret, Dzulfikar mundur. Ia telah mencederai nilai dasar gerakan IPM. Kami lebih respek dengan sosok Ahmad Yani, ia lebih komit terhadap pengawalan proses kaderisasi," katanya.

KPK vs POLRI: Cicak Kok Mau Melawan Buaya!

ISU tak sedap menerjang Kepala Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Polisi Susno Duadji. Telepon genggamnya disadap oleh penegak hukum lain. Penyadapan itu diduga terkait dengan penanganan kasus Bank Century.

Susno menyatakan dirinya tak marah atas penyadapan itu. ”Saya hanya menyesalkan,” ujarnya. Siapa penyadapnya, ia tak mau buka mulut. Lulusan Akademi Kepolisian 1977 ini menyebut penyadapan itu sebagai tindakan bodoh. Sehingga, ujarnya, ia justru sengaja mempermainkan para penyadap dengan cara berbicara sesuka hati.

Sebelumnya, polisi memeriksa Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah lantaran disebut-sebut melakukan penyadapan tak sesuai prosedur dan ketentuan. Pemeriksaan Chandra dituding sebagai upaya polisi untuk melumpuhkan komisi yang galak terhadap koruptor itu. Apa yang terjadi sebenarnya? Pekan lalu, wartawan Tempo Anne L. Handayani, Ramidi, dan Wahyu Dhyatmika menemui Susno Duadji di ruang kerjanya untuk sebuah wawancara. Berikut petikan wawancara tersebut.

Polisi dituduh hendak menggoyang KPK karena memeriksa pimpinan KPK dengan tuduhan penyalahgunaan wewenang penyadapan. Komentar Anda?

Kalangan pers harus mencermati, apakah karena dia (Chandra Hamzah) pimpinan KPK lalu ada masalah seperti ini tidak disidik. Katanya, asas hukum kita, semua sama di muka hukum. Jelek sekali polisi kalau ada orang melanggar undang-undang lalu dibiarkan. Kami sudah berupaya netral dan menjadi polisi profesional.

Apa memang ditemukan penyalahgunaan wewenang untuk penyadapan itu?

Saya tidak mengatakan penyalahgunaan atau apa. Silakan masyarakat menilai. Menurut aturan, yang boleh disadap itu orang yang dalam penyidikan korupsi. Kalau Rhani Juliani, apa itu korupsi? Dia bukan pengusaha, bukan pegawai negeri, bukan juga rekanan dari perusahaan. Kalau korupsi, korupsi apa, harus jelas.

Tapi sikap Anda ini dinilai menggembosi KPK?

Kalau kami mau menggembosi itu gampang. Tarik semua personel polisi, jaksa. Nanti sore juga bisa gembos. Lalu Komisi III nggak usah beri anggaran. Kami berteriak-teriak ini supaya baik republik ini.

Kami mendapat informasi, saat diperiksa Antasari membeberkan keburukan pimpinan KPK yang lain.

Saya tidak tahu, tanya ke Antasari. Lha, sekarang kalau pimpinannya yang mengatakan lembaga itu bobrok, berarti parah, dong. Dia kan yang paling tahu. Dia kan pimpinannya.

Ada kesan polisi dan KPK justru berkompetisi, bukan bersinergi. Benar?

Tidak, yang melahirkan KPK itu polisi dan jaksa. Saya anggota tim perancang undang-undang (KPK). Kami sangat mendukung. Tapi karena opini yang dibentuk salah, seolah-olah jadi pesaing. Padahal 125 personel yang melakukan penangkapan dan penyelidikan (di KPK) itu kan personel polisi. Penuntutnya juga dari kejaksaan. Kalau nggak gitu, ya matek (mati) mereka. Jadi, tak benar jika dikatakan ada persaingan

Anda, kabarnya, juga akan ditangkap tim KPK karena terkait kasus Bank Century?

Ah, ya enggak, itu kan dibesar-besarkan. Mau disergap, timbul pertanyaan siapa yang mau menyergap. Mereka kan anak buah saya. Kalau bukan mereka, siapa yang mau nangkap? Makanya, Kabareskrim itu dipilih orang baik, agar tidak ditangkap.

Kalau penyidik KPK yang menangkap?
Mana berani dia nangkap?

Karena adanya berita itu, Anda katanya marah sekali sehingga kemudian memanggil semua polisi yang bertugas di KPK?

Tidak, saya tidak marah. Mereka kan anak buah saya. Mereka pasti memberi tahu saya. Saya cuma kasih tahu kepada mereka, gunakan kewenangan itu dengan baik.

Apa benar Anda minta imbalan untuk penerbitan surat kepada Bank Century agar mencairkan uang Boedi Sampoerno?

Imbalan apa? Apanya yang dikeluarkan? Semua akan dibayar, kok. Bank itu tidak mati, semua aset diakui dan ada. Terus apa lagi yang mesti diurus? Yang perlu diurus, uang yang dilarikan Robert Tantular itu.

Jadi, apa konteksnya saat itu Anda mengirim surat ke Bank Century?

Konteksnya, saya minta jangan dicairkan dulu rekening yang besar-besar. Kami teliti dulu. Paling besar kan punya Boedi Sampoerna, nilainya triliunan rupiah. Kami periksa dulu, kenapa Boedi Sampoerna awalnya nggak mau melaporkan.

Menurut Anda, kenapa ada pihak yang berprasangka negatif kepada Anda?

Kalau orang berprasangka, saya tidak boleh marah, karena kedudukan ini (Kabareskrim) memang strategis. Tetapi saya menyesal, kok masih ada orang yang goblok. Gimana tidak goblok, sesuatu yang tidak mungkin bisa ia kerjakan kok dicari-cari. Jika dibandingkan, ibaratnya, di sini buaya di situ cicak. Cicak kok melawan buaya. Apakah buaya marah? Enggak, cuma menyesal. Cicaknya masih bodoh saja. Kita itu yang memintarkan, tapi kok sekian tahun nggak pinter-pinter. Dikasih kekuasaan kok malah mencari sesuatu yang nggak akan dapat apa-apa.
http://majalah.tempointeraktif.com/i...130792.id.html

-----------------

apalagi buayanya jenis 'buaya darat' ...

Bagaimana untuk Dapat Khusyu' Ketika Shalat

Kekhusyu'an itu banyak disalah artikan oleh banyak orang sebagai hanya dapat menangis di dalam shalat. Khusyu' itu adalah menghadirkan hati ketika beribadah. ketika hati seseorang dipenuhi dengan makna apa-apa yang ia katakan, maka ia telah benar-benar dalam kondisi khuysu'. Konsep khusyu' dalam shalat inilah yang sangat penting, karena:

Kekhusyukan dalam shalat merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam menentukan kesuksesan seseorang dalam hidupnya di dunia dan akhirat.
"Sesungguhnya, orang-orang beriman, yang khyusu' dalam shalatnya, adalah orang-orang yang menang"

Ini merupakan salah satu faktor penentu diterimanya ibadah shalat atau tidak.

Ini merupakan salah satu cara untuk mendapatkan pahala lebih dari Allah swt.

Khusyu' dapat mempermudah untuk membersihkan hati.


Cara mendapatkan khusyu'

Sebelum Shalat

Seorang muslim hendaklah mengetahui sifat-sifat Allah. Mengentahui sang pencipta dapat membantu kita sebagai hamba yang lebih baik dan juga menambah kecintaan dan keimanan kepada Allah

Menghindari dosa-dosa kecil dan besar dan mempermudah hati kita menerima hidayat dari Allah dan juga dapat melembutkan hati.

Sering-seringlah membaca Alquran, karena hal ini dapat melembutkan hati. Hati yang keras tidak akan mungkin untuk dapat khusyu'

Janganlah banyak memikirkan hal-hal keduniawian, memikirkan kematian dan kiamat dapat membantu kita melawan hawa nafsu dunia

Hindari terlalu banyak tertawa atau perkataan yang sia-sia, karena hal ini dapat mengeraskan hati

ketika azan mengumandang, berhenti sejenak dari apa yang anda kerjakan. Dengarkan azan itu dengan khusyu', dan ulangilah kalimat muazzin. Ini dapat mempersiapkan hati dan pikiran kita untuk dapat khusyu' menjalankan shalat

Bergegaslah untuk berwudhu setelah mendengar azan

Pergilah ke masjid untuk shalat, dan berdzikirlah di sepanjang perjalanan, karena hal ini dapat mengusir godaan syaitan dan dapat membantu mempersiapkan konsentrasi untuk shalat

Gunakanlah waktu sebelum shalat (setelah azan, sebelum iqamat) untuk mempersiapkan diri untuk shalat.

Ketika Shalat

Waktu iqamat itu merupakan kesempatan terakhir bagi kita untuk mempersiapkan diri untuk shalat, gunakanlah

Ketika menghadap kiblat, bayangkan seolah-olah:

Bahwa shalat yang akan kita laksanakan ini adalah shalat terakhir kita.

Bahwa kita sedang berdiri di depan Allah swt, bagaimana kita dapat sibuk memenuhi hati dan pikiran kita dengan hal-hal lain?

bahwa malaikat maut sedang mengejar kita.


Jangan lupa isti'azah, karena ini dapat menghalau bisikan-bisikan syaitan

Ketika membaca Alfatihah, bayangkan jawaban Allah untuk setiap ayat yang kita ucapkan (ketika kita mengucapkan: Alhamdulillahi rab-bil 'alamin, Allah menjawab: Hambaku telah memujiku. Perasaan ini dapat membantu kita untuk khusyu'.

Memperindah bacaan quran kita

Bacalah bacaan quran secara pelan dan resapi maknanya

Variasikanlah pilihan surat pendek yang kita baca ketika shalat. Jika membaca satu surat secara terus-menerus akan membuat kita membaca surat itu tanpa menghadirkan hati, tetapi hanya menggerak-gerakkan mulut

Belajarlah bahasa arab, karena hal ini tentu saja dapat menambah kekhusyukan jika kita mengerti apa yang kita katakan dalam shalat

Berinteraksilah dengan ayat alquran yang kita baca: Jika ayat itu menyuruh kita untuk menyebut nama Allah, maka sebutlah

Ketika sujud, ingatlah posisi ini dimana posisi kita paling dekat kepada Allah, berdoalah ketika dalam sujud ini


Setelah shalat

Berdzikir dan berdoalah

Bersyukurlah kepada Allah

Tanamkan di dalam hati bahwa shalat berikutnya mesti lebih baik dari sholat sebelumnya

diterjemahkan dari artikel yang ditulis oleh Dr Mamdouh N. Mohamed, Associate Professor di the American Open University.

Mahasiswa Palembang Unjuk Rasa Dukung Bibit - Chandra


PALEMBANG --- Dukungan terhadap dua mantan anggota KPK Bibit Slamet Riyadi dan Chandra Hamzah,yang kini tengah ditahan polisi menyebar sampai ke Palembang. Puluhan mahasiswa dari Universitas IBA Palembang, Senin (2/11) melakukan aksi unjuk rasa terhadap Bibit – Chandra. Dengan mengusung poster para mahasiwa yang datang menggunakan jaket almater warna orange berlangsung di bundaran air mancur Jl. Jendral Sudirman, “Penahan Bibit dan Chandra telah mengabaikan rasa keadilan masyarakat yang mulai terkoyak karena penahan Bibit dan Chandra lebih mengedepankan kekuasaan yang melanggar hak kebebasan untuk menyampaikan pendapat, juga hak untuk melakukan pembelaan,” kata Muhammad Zen koordinator aksi.

Menurut Zen, dalam KUHAP sebagai instrument hukum untuk menegakkan kebenaran formil bahwa alasan penahanan hanya dimungkinkan pihak kepolisian bilamana dikhawatirkan tersangka melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. Sedangkan hak subjektif aparat kepolisian dalam menahan Bibit dan Chandra karena dinilai sering melakukan konfrensi pers yang dapat membentuk opini publik.

“Alasan yang tidak masuk akal sehat, sebab, konfrensi pers yang dilakukan Bibit dan Chandra itu dapat pula dipandang sebagai hak pembelaan diri atas tuduhan telah menyalah gunakan wewenang dan menerima suap,” tambah Zen.

“Bukankah aparat kepolisian juga melakukan konfrensi pers atau memberikan keterangan dengan wartawan mengenai tuduhan terhadap Bibit dan Chandra,” tambahnya. Dalam aksi tersebut mahasiswa mendeklarasikan diri untuk mengawal KPK guna memberantas praktek korupsi sebagai salah satu cita-cita dari gerakan reformasi.

Aktivis mahasiswa Universitas IBA ini juga menyatakan siap menjadi untuk pembebasan BIbit dan Chandra, dan meminta kepada presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono untuk membentuk tim independen dalam menyelesaikan konflik lembaga hukum guna menjamin penegakan hukum yang adil di Indonesia. http://www.republika.co.id