Minggu, 31 Oktober 2010
Ada Apa Di Balik Musibah?
Abu Dhabyan berkata: Dahulu kami duduk-duduk bersama Alqomah, ketika dia membaca ayat ini ‘Barang siapa yang beriman kepada Allah maka Allah akan menunjuki hatinya’ dan beliau ditanya tentang maknanya. Beliau menjawab, “Orang -yang dimaksud dalam ayat ini- adalah seseorang yang tertimpa musibah dan mengetahui bahwasanya musibah itu berasal dari sisi Allah maka dia pun merasa ridha dan pasrah kepada-Nya.”. Sa’id bin Jubair dan Muqatil bin Hayyan menafsirkan, “Yaitu -Allah akan menunjuki hatinya- sehingga mampu mengucapkan istirja’ yaitu Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” (lihat Tafsir al-Qur’an al-’Azhim [4/391])
Hikmah Di Balik Derita
Tidaklah kita ragu barang sedikitpun bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Bijaksana, tidak sedikit pun Allah menganiaya hamba-Nya. Allah ta’ala berfirman (yang artinya),“Benar-benar Kami akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut, kelaparan, serta kekurangan harta, lenyapnya nyawa, dan sedikitnya buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila tertimpa musibah mereka mengatakan, ‘Sesungguhnya kami ini adalah milik Allah, dan kami juga akan kembali kepada-Nya’. Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan pujian dari Rabb mereka dan curahan rahmat. Dan mereka itulah orang-orang yang diberikan petunjuk.” (QS. al-Baqarah: 155-157)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila Allah menghendaki kebaikan pada diri seorang hamba maka Allah akan menyegerakan hukuman baginya di dunia. Dan apabila Allah menghendaki keburukan bagi hamba-Nya maka Allah akan menunda hukuman atas dosanya itu sampai pada hari kiamat nanti hukuman itu baru akan ditunaikan.” (HR. Tirmidzi, disahihkan al-Albani dalam Shahih al-Jami’ [308]).
Hadits di atas menunjukkan kepada kita bahwa cobaan/musibah yang menimpa orang-orang yang beriman merupakan salah satu tanda kebaikan baginya selama hal itu tidak menyebabkan dia meninggalkan kewajiban atau terjatuh dalam keharaman. Di sisi lain, semestinya seseorang merasa khawatir atas kenikmatan dan kesehatan yang selama ini senantiasa dia rasakan. Sebab boleh jadi itu adalah istidraj/bentuk penundaan hukuman baginya, sementara dia tahu betapa banyak maksiat yang telah dilakukannya, wal ‘iyadzu billah. Hadits ini juga menunjukkan wajibnya berprasangka baik kepada Allah atas segala musibah yang menimpa. Perlu diingat pula bahwa pemberian Allah kepada seseorang tidak selalu menjadi bukti bahwa Allah meridhainya. Contohnya, orang yang setiap kali hendak minum khamr (minuman keras, narkotika dsb) kemudian dia selalu mendapatkan kemudahan untuk mendapatkannya. Hal itu bukanlah bukti bahwa Allah meridhai hal itu untuknya (disarikan dari al-Jadid fi Syarhi Kitab at-Tauhid, hal. 275 dengan sedikit perubahan dan penambahan)
Meskipun demikian, seseorang tidak boleh berdoa kepada Allah agar hukumannya disegerakan di dunia. Dikisahkan bahwa dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengunjungi seorang yang sakit di antara para sahabatnya yang kondisinya sangat lemah. Nabi bertanya kepadanya, “Apakah engkau meminta atau berdoa sesuatu kepada Allah sebelum ini?”. Maka lelaki itu menjawab, “Ya, dahulu saya pernah berdoa; Ya Allah, hukuman yang akan Kamu berikan kepadaku di akhirat maka segerakanlah bagiku di dunia.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengatakan, “Subhanallah! Kamu pasti tidak akan sanggup menanggungnya, tidakkah sebaiknya kamu berdoa; Allahumma aatinaa fid dunya hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban naar (Ya Allah, berikanlah kebaikan kepada kami di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari neraka).” Maka lelaki itu pun berdoa dengannya dan disembuhkan oleh Allah (HR. Muslim).
Jangan Salah Sangka!
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Adapun manusia, apabila Rabbnya menimpakan ujian kepadanya dengan memuliakan dan mencurahkan nikmat kepadanya maka dia mengatakan, ‘Rabbku telah memuliakanku’. Dan apabila Dia mengujinya dengan membatasi rezkinya niscaya dia akan mengatakan, ‘Rabbku telah menghinakanku’. Sekali-kali bukan demikian…” (QS. al-Fajr : 15-17).
Maknanya adalah: Tidaklah setiap orang yang Allah berikan kemuliaan dan kenikmatan dunia kepadanya maka itu berarti Allah mengaruniakan nikmat yang hakiki kepadanya. Karena sesungguhnya hal itu merupakan cobaan dan ujian dari Allah baginya. Dan tidaklah setiap orang yang Allah batasi rezkinya -sehingga Allah jadikan rezkinya sebatas apa yang diperlukannya saja tanpa ada kelebihan- maka itu artinya Allah sedang menghinakan dirinya. Namun, sesungguhnya Allah sedang menguji hamba-Nya dengan nikmat-nikmat sebagaimana halnya Allah ingin mengujinya dengan musibah (lihat Ijtima’ al-Juyusy al-Islamiyah, hal. 8. Islamspirit.com).
Adakah di antara kita yang mau mengambil pelajaran?
By: Bidang IPTEK PC IMM Klaten
Minggu, 06 Juni 2010
Polisi bongkar jaringan mahasiswa pengedar ganja
Jajaran Polres Sukoharjo berhasil membongkar sindikat ganja jaringan mahasiswa dalam operasi anti Narkoba (Antik). Setelah dua pelaku diamankan, empat pelaku lagi berhasil diringkus di salah satu rumah kos di Jl Mlilis Nilasari, Desa Gonilan, Kartasura, Kamis sore (22/4).
Keempat pelaku yang diringkus masing-masing BS 20, warga Kudus, Riz, 21, warga Kwandungan, Ngawi, Jawa Timur, Hen, 21, Ngadirejo, Kartasura dan Sur alias Pakde 32 warga Purbayan, Baki, Sukoharjo.
Riz dan BS diketahui masih tercatat sebagai mahasiswa perguruan tinggi swasta di Kartasura, sementara Sur alias pakde diketahui sebagai sang pengedar ganja.
Keterangan yang dihimpun Espos, menyebutkan, terbongkarnya jaringan pengedar ganja mahasiswa bermula dari hasil pengembangan dan informasi warga yang menyebut BS kerap mengkonsumsi Narkoba. Setelah melakukan penyelidikan, BS akhirnya ditangkap, Kamis sekitar pukul 16.00 WIB di Jl Mliwis, Nilasari, Desa Gonilan, dengan berhasil diamankan satu paket ganja kering.
Dari keterangan BS, selang dua jam kemudian tiga pelaku lain berhasil diamankan di rumah kos BS. Diketahui tiga pelaku yang diamankan kemudian Riz, Sur dan Hen, kedapatan usai menghisap ganja bersama-sama di areal persawahan di Desa Singopuran, Kartasura.
Setelah dibekuk petugas, keempat pelaku langsung di gelandang ke Dok Kes Polwil untuk dilakukan tes urin dan hasilnya keempatnya positif.
Kapolres Sukoharjo AKBP Suharyono melalui Kasatreskrim AKP Sukiyono, mengatakan, tersangka Pakde diketahui berperan sebagai pengedar. Sementara BS berperan sebagai kurir.
“Kasus ini masih akan kami kembangkan, kami menduga sindikat ini mempunyai sasaran mahasiswa dan diduga masih punya jaringan lain, ini yang masih kita lidik,” tegasnya kepada wartawan, Jumat (23/4) di ruang kerjanya. sumber: solopos [heru cahyono]
Massa PC IMM Klaten Demo Kecam Israel

Klaten. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Klaten hari ini melakukan Aksi unjuk rasa mengecam kebrutalan tentara Israel yang digelar di Alun-alun Klaten, Minggu (6/6). Semua personel PC IMM Klaten yang tergabung massa dari sejumlah Ormas Islam menginjak-injak dan membakar bendera negara zionis itu serta menyerukan pemboikotan terhadap produk-produk Yahudi.
Sebelumnya, pengunjuk rasa yang jumlahnya ratusan orang berkonvoi dari GOR Gelarsena menuju Alun-alun Klaten. Mereka mengendarai kendaraan roda empat, sepeda motor serta sepeda onthel. Sepanjang perjalanan, massa berorasi mengutuk tindakan Israel yang menyerang kapal pengangkut bantuan bagi warga Palestina.
Para demonstran yang berasal dari berbagai elemen seperti Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Klaten, Forum Umat Islam (FUI) Klaten, Komando Kesiapan Angkatan Pemuda Muhammadiyah (Kokam) Klaten, Yayasan Klaten Peduli Umat (YKPU), Forum Komunikasi Antar Masjid (FKAM) Klaten, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Klaten, dan sebagainya membawa bendera Ormas masing-masing.
Konvoi para demonstran mendapat perhatian warga serta pengguna jalan yang menonton. Puluhan aparat kepolisian dikerahkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Koordinator aksi, Taufiq Hadi mengatakan, blokade di Jalur Gaza membuktikan bahwa Israel telah melakukan tindakan semena-mena. “Masyarakat dunia harus bertindak!”[Heru Cahyono]
Sabtu, 05 Juni 2010
Gerakan Mahasiswa
Kamis, 03 Juni 2010
Jangan Pernah Tinggalkan Penjara Israel
Mereka menaiki kapal Mavi Marmara dengan sebuah niat. Niat tulus dengan kesadaran mendalam mereka, yang bertujuan ingin membuka blokade Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza. Satu-satunya niat yang ada dibenak mereka, hanyalah ingin melihat rakyat Palestina di Gaza bisa bebas, dan mendapatkan akses untuk kehidupan mereka.
Para aktivis dan relawan sangat sadar, pasti akan menghadapi resiko yang akan diterima dari rezim Zionis-Israel, yang bertujuan ingin membunuh 1,5 juta Palestina di Gaza, secara perlahan. Rezim Zionis-Israel yang sudah mengidap paranoid itu, tak akan memberikan kesempatan dan toleransi kepada siapapun memasuki wilayah Gaza. Rakyat Palestina di Gaza sudah dianggap menjadi ancaman laten bagi rezim Zionis. Entitas bangsa Palestina yang sudah dilemahkan dan nyaris sudah tak berdaya itu, harus punah.
Mereka yang sudah melakukan pilihan untuk pergi ke Gaza dengan kapal Mavi Marmara, sesungguhnya memiliki sebuah misi, yang sangat mulia, bagi siapa saja. Mereka hanya lah ingin menyelamatkan kemanusiaan, yang menghadapi ancaman kehancuran, akibat tindakan yang bersifat rasis, ideologis, yang penuh dengan prasangka.
Israel terus mengkampanyekan bahwa Hamas sebagai kelompok ideologis, yang lekat dengan teroris,dan mengusung teror, yang membawa kematian. Faktanya semua dibantah oleh episode perjalanan sejarah perjuangan rakyat Palestina, terutam di Gaza.
Rakyat Palestina di Gaza telah mengalami sebuah tranformasi perjuangan, yang terus bergerak dengan sangat alamiah. Satu-satunya yang tidak mau berkompromi dan berubah adalah sikapnya terhadap Israel. Di mana Hamas tidak mau mengakui keberadaan Israel. Karena sejatinya Israel adalah penjajah yang telah menganeksasi tanah-tanah rakyat Palestina.
Penjajahan dan aneksasi yang menjadi kebijakan rezim Zionis-Israel, tak pernah berhenti dan terus bertambah keras menghadapi rakyat Palestina. Setiap hari masyarakat dunia hanya mendapatkan suguhan berupa tontonan kematian demi kematian rakyat Palestina oleh pasukan Israel (IDF). Kematian itu seperti sudah menjadi kelaziman bagi rakyat Palestina.
Rezim Zionis-Israel juga mengusir dan merampas tanah-tanah rakyat Palestina, dan kemudian menjadi bangunan pemukiman Yahudi. Orang-orang Arab Palestina, banyak diantara mereka yang menjadi gelandangan, dan melarikan diri ke negara tentangganya menjadi pengungsi. Sungguh sangat menyedihkan.
Sejak Israel melakukan invasi militer ke Gaza Desember 2008, yang lalu, menyebabkan ribuan orang tewas, dan ribuan lainnya yang luka-luka, serta hancurnya sarana hidup di Gaza, dan masih menanggung blokade dan isolasi, sepertinya sudah tidak masuk akal, atau diluar kemampuan akal manusia.
Kehadiran para relawan internasional yang ingin masuk Gaza dan membebaskan dari blokade Israel, hanyalah sebuah ‘conmon sense’ (akal sehat), yang tidak mungkin membiarkan sebuah kebiadaban yang tidak beradab di muka bumi terus berlangsung. Kebetulan sekarang menimpa rakyat Palestina di Gaza. Tidak mungkin lagi membiarkan sebuah negara (Israel) memperlakukan tindakan yang tidak berperikemanusiaan atas warga Palestina berlangsung secara permanen.
Dosa apakah yang dilakukan oleh rakyat Palestina di Gaza, yang sekarang dibawah Hamas? Dosa apakah yang dilakukan oleh Hamas? Di mana rezim Zionis-Israel harus menghukum rakyat Palesttina secara kolektif? Kalau Hamas menyerang Israel, berapa korban yang tewas dan luka-luka di pihak Israel? Bandingkan dengan agresi Israel, yang berulang-ulang terhadap rakyat Palestina. Berapa banyak yang tewas? Berapa banyak pemimpin Palestina yang tewas di tangan penjajah Israel?
Berapa banyak rakyat Palestina tewas? Berapa banyak yang kehilangan sanak famili diantaranya mereka? Bagaimana penderitaaan mereka? Penderitaaan sejak Israel berdiri di tahun 1948. Sampai kini? Sudah tak terperikan lagi.
Bandingkan. Rakyat Afrika Selatan, yang pernah mengalami hidup dibawah sistem apartheid, dan sekarang mereka sudah menjadi bangsa yang berdaulat dan menikmati kebebasan. Sementara itu, rakyat Palestina terus menghadapi pengusiran, penangkapan, penculikan, pembunuhan dan perang, dan masih terus berlanjut.
Maka tidak layak para aktivis yang membawa misi kemanusiaan dengan kapal Mavi Marmara, bersedia di deportasi dan meninggalkan penjara Israel. Mereka harus memilih tetap tinggal di penjara Israel, sebagai bentuk moral obligasi (janji moral) mereka kepada rakyat Palestina di Gaza, yang sudah lebih lama menghadapi penderitaan.
Mereka seharusnya hanya akan keluar dari penjara Israel, kalau Israel sudah membuka blokade dan membebaskan rakyat Palestina dari sebuah penjajahan. Penderitaan rakyat Palestina sudah sangat panjang. Darah, air mata, serta kematian selalu menyertai mereka. Kesertaan para relawan kemanusiaan bersama rakyat Palestina di penjara-penjara Israel jauh lebih mulia, atau kematian sekalipun di tangan Israel.
Hanya kasadaran para aktivis kemanusiaan, dan niat yang tulus, dan tujuan yang memang ingin membebaskan rakyat Palestina, yang bakal menentukan sikap mereka untuk tetap bersama rakyat Palestina. Semoga. Wallahu’alam. Sumber: Era Muslim [Heru Cahyono]
Kamis, 25 Februari 2010
MUI Siap Menjadi Mediator Polemik Jilbab RSMI
"MUI siap memediasi kedua pihak untuk menjelaskan masalah ini dari aspek syariah. Kami berharap jangan ada pemecatan,"� jelas Aminudin, Jum'at pagi (22/1).
Berkaitan klaim pihak RSMI yang mengatakan bahwa mereka telah mendapatkan sertifikasi dari MUI tentang ketentuan seragam kerja, dibenarkan oleh Aminudin. MUI Pusat telah mengeluarkan sertifikasi seragam kerja RSMI pada tanggal 07 Mei 2009 No. U-156/DSN-MUI/V/2009.
"RSMI memang sudah mendapat sertifikasi DSN MUI tentang seragam kerja. Memang fokus kajian ketika itu bukan pada masalah jilbab dimasukan ke baju atau tidak, tetapi lebih kepada masalah terbukanya bagian lengan sampai tiga jari di bawah siku,"� kata lelaki yang juga dosen Universitas Islam Negeri Jakarta ini.
Dengan begitu, tambah Aminudin, jika bagian terbukanya saja tak ada perbedaan, apalagi jika masalah jilbab dimasukkan ke dalam baju atau tidak. Jadi antara jilbab yang dimasukkan ke dalam baju maupun yang tidak, sama-sama memenuhi aspek medis, seperti keselamatan pekerja dan pasien.
Ia memaparkan bahwa audit yang dilakukan MUI di sejumlah RS, memasukan jilbab ke baju memang juga menjadi salah satu aspek pertimbangan medis dan keselamatan pekerja dan pasien. Namun, jelas ini bukan berarti MUI melarang perawat memakai jilbab sampai menutupi dada.
Sebagaimana telah diberitakan di berbagai media massa, tiga orang karyawati yang telah mengabdi selama 16 tahun di RSMI Jatinegara telah diskorsing dan akan dipecat karena mengenakan jilbab yang tidak sesuai dengan jilbab versi manajemen RSMI.
Ketiga perawat itu, yakni Suharti (perawat), Wiwien Winarti (pembantu perawat), dan Sutiyem (pembantu perawat) dinyatakan oleh pihak RSMI telah indisipliner karena tidak mau memasukkan jilbabnya ke dalam bajunya. (hdytlh/arrahmah.com)
WASPADAI PERMAINAN BARU ANAK2 YG BERBAHAYA
Beberapa waktu lalu surat kabar Inggris, The Sun, melansir berita mencengangkan mengenai pola permainan baru anak SD di sana. Lupakan petak umpet dan lompat tali. Mereka sekarang bermain dengan bagian pribadi tubuh mereka. Untuk ikut bermain dalam permainan ini, mereka harus mengenakan gelang plastik murah berwarna-warni yang mereka namakan “shag bands”.
Harga satu gelang shag bands jika dirupiahkan hanya senilai beberapa ribu, namun harga itu tak sebanding dengan apa yang mereka harus korbankan, yakni kepolosan mereka. Bisa jadi tak banyak orangtua mencurigai cara awal permainan ini. Awalnya, mirip permainan anak-anak biasa. Caranya, anak-anak akan mengenakan gelang sesuai warna yang mereka sukai, lalu mereka akan mengejar anak yang mereka sukai. Ketika anak yang mereka sukai tertangkap, dan gelang plastiknya berhasil diputuskan, maka si pemilik gelang harus melakukan suatu tindakan seksual sesuai arti dari lambang warna gelang yang sedang ia gunakan.
Di sini lah yang menyeramkan. Arti dari warna gelang-gelan tersebut ternyata menyakitkan untuk diketahui orangtua yang terlambat mengetahui.
Warna kuning berarti memeluk si anak laki-laki, warna oranye berarti memberi kecupan hingga meninggalkan tanda pada si anak laki-laki, ungu berarti ciuman di bibir, pink berarti menunjukkan payudara kepada si anak laki-laki, merah berarti tarian erotis (lap dance), biru berarti seks oral, hitam berarti berhubungan intim, dan emas semua hal di atas tadi.
Anak perempuan akan mengenakan gelang sesuai keberanian mereka untuk melakukan salah satu tindakan seksual tadi. Salah satu anak berusia 8 tahun yang mengenakan gelang berwarna pink, ketika diwawancara The Sun mengatakan, bahwa ia sempat tidak mengenakan gelang tersebut selama beberapa waktu. Namun ternyata ia malah dikucilkan teman-temannya. Jika ada yang tak mengenakan gelang, berarti ia tidak bisa bergabung dengan kumpulan geng keren. Warna dari gelang yang dikenakan setiap anak juga menunjukkan semacam “status” mereka. Anak-anak perempuan yang berani mengenakan gelang berwarna hitam akan sangat disenangi oleh anak laki-laki.
Permainan berbahaya ini terekspos karena adanya seorang ibu yang tanpa sengaja mengetahui tentang arti permainan ini. Ia bersedia diwawancara untuk mengingatkan para orangtua agar tidak terkecoh, dan untuk mau tahu tentang kegiatan anak-anaknya agar mereka bisa melindungi lebih baik. The Sun menghubungkan kegiatan semacam ini dengan tingginya tingkat kehamilan muda di Inggris yang mengalahkan negara-negara Eropa lainnya.
Para orangtua, waspadalah dan jangan segan untuk memberikan pengetahuan yang cukup untuk anak-anak Anda, khususnya tentang seksualitas dan perbedaan antara pria dan wanita. Sumber http://www.facebook.com/?sk=messages&ref=mb#!/?page=1&sk=messages&tid=1352693498287
Selasa, 09 Februari 2010
Al-Qaeda Jazirah Arab Serukan Kaum Muslim Bergabung Dalam Jihad
"Serang mereka dan bunuh musuhmu sebanyak yang kalian mampu," ujar Shihri.
Al-Qaeda Jazirah Arab (AQAP) mengatakan berada di balik penyerangan terhadap pesawat tujuan Detroit tepat dihari natal.
Mujahid Nigeria, Umar Farouq Abdulmutallab menjadi pelaku serangan tersebut.
Dalam pesannya ia juga mengatakan bahwa AQAP terus berkoordinasi dengan Syeikh Usamah.
"Mengulang perkataan syeikh kami, bahwa Amerika tidak akan bermimpi dengan aman sampai kami dapat hidup tenang di Palestina," ujarnya, mengulang perkataan syeikh Usamah bin Ladin yang juga mempublikasikan pesan audio pada bulan lalu.
Mr. Shihri dibebaskan dari Guantanamo pada November 2007 silam, ia mengatakan, "persiapkan diri kalian dan senjata kalian, lindungi agama kalian dan bergabunglah dengan para mujahid."
"Kristiani, Yahudi, dan para budak mereka akan menyambar kalian," ujarnya. "Dan kalian tidak memiliki jalan keluar dari keadaan ini selain bergabung dan mendukung jihad," lanjutnya.
Ia memaparkan bahwa tentara kafir AS telah membunuh kaum perempuan dan anak-anak di Yaman menggunakan serangan misil dari pesawat tak berawak yang mereka banggakan.
Mr. Shihri sendiri pernah dikabarkan berhasil dibunuh dalam serangan udara yang dilakukan tentara Yaman di bulan Desember lalu, namun AQAP menolak tuduhan tersebut dan terbukti saat ini dia masih hidup dan berada dalam keadaan baik. (haninmazaya/bbc/arrahmah.com)
Minggu, 07 Februari 2010
Marko Calasan,Insinyur Microsoft Termuda asal Macedonia

Insinyur Microsoft termuda bocah berusia 9 tahun.
marko calasanSiapakah insinyur microsoft termuda saat ini?jawabannya adalah Marko Calasan,bocah berusia 9 tahun asal Macedonia.Pada usia enam tahun, Marko mendapatkan pengakuan sistem administrasi pertamanya dari Microsoft. Ia menjadi selebriti di sepanjang wilayah Balkans pada bulan Desember ketika ia mendapatkan Sertifikasi Sistem Insinyur-nya, gelar yang sulit didapat bahkan oleh seorang insinyur komputer yang ahli.
Ia juga bekerja sebagai pengendali sistem administrasi di sebuah lembaga non-profit yang membantu orang-orang cacat. Marko saat ini memiliki proyek baru untuk mengajarkan orang tentang pengetahuan komputer dalam bahasa Inggris menggunakan streaming video.
Di antara waktunya mengolah sistem komputer dan juga membagi pengetahuannya, Marko tampak seperti anak-anak lain pada umumnya yang suka bermain bola dengan teman-temannya, bersepatu roda, dan juga menghilangkan stereotipe seorang kutu buku. Ia menganggap permainan di komputer merupakan buang-buang waktu dibandingkan waktu “bermain di luar”. Kapan ya Anak Indonesia Bisa seperti itu??
Selasa, 08 Desember 2009
Dipaksa Mahasiswa, Anggota Pansus Century Tandatangan Kontrak Politik
Anggota pansus angket Century menandatangani kontrak politik yang ditawarkan Mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Kampus Nasional (JKN). Mereka siap mundur dari DPR jika terlibat money politik atau bargaining politik dalam pengusutan skandal Bank Century.
“Kita harus mengusut aliran dana Bank Century. Hal-hal ini akan terjadi dengan mulus apabila adanya transparansi termasuk adanya kontrak politik yang ditawarkan mahasiswa,” kata Wakil Ketua Pansus Gayus Lumbuun usai menandatangani kontrak politik dengan mahasiswa JKN di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/12).
Selain Gayus, anggota pansus dari PDIP Maruarar Sirait juga menandatangani kontrak politik berisi lima butir ini. “Saya langsung tandatangan tidak perlu dibaca,” kata Ara sambil menandatangani kontrak politik.
Sekalipun dari partai koalisi pemerintah, Wakil Ketua Pansus Mahfud Siddik juga ikut menandatangani kontrak politik ini. “Atas nama anggota pansus saya akan menandatangani kontrak politik ini,” kata Mahfud sembari menandatangai berkas di depannya.
Sementara Ketua Pansus Idrus Marham, Wakil Ketua Pansus Yahya Sacawirya, dan anggota pansus dari FPPP M. Romahurmuzy ikut menandatangi setelah didesak oleh mahasiswa. “Kongkrit saja Pak Idrus, jangan anggota DPR bermain kata-kata,” desak salah seorang mahasiswa.
Dan setelah didesak keras Idrus tandatangan diikuti Yahya Sacawirya dan Romy. “Oke saya tandatangan,” kata Idrus meminta mahasiswa mendekat.
Berikut kontrak politik antara mahasiswa dengan pansus angket Century. Kami pimpinan dan anggota pansus angket Century dengan ini menyetujui kontrak politik dengan mahasiswa :
1. Kami ketua dan anggota panitia angket Century akan menjalankan tugas dengan sebenar-benarnya dan secara transparan sampai tuntas.
2. Kami ketua dan anggota panitia angket Century bersumpah tidak akan menerima suap atau money politik sampai kasus terungkap secara jelas dan transparan.
3. Kami ketua dan anggota panitia angket Century tidak akan sedikit pun dan dengan alasan apapun menggunakan hak angket sebagai bargaining politik.
4. Kami ketua dan anggota panitia angket Century akan mengumumkan secara terbuka hasil investigasi Bank Century dan menuntut yang salah sesuai peraturan yang berlaku.
5. Apabila kami melanggar, kami siap mundur sebagai anggota DPR 2009-2014.
Mahasiswa Harap Pansus Century Bebas Kepentingan Penguasa
Puluhan mahasiswa dari BEM Jaringan Kampus Nasional (JKN) ditemui pimpinan pansus angket Century. Mahasiswa berharap pansus angket Century bekerja sungguh-sungguh mengusut tuntas Skandal Bank Century tanpa pandang bulu terhadap kepentingan apapun.
“Kami minta pansus mengawal secara baik-baik penuh komitmen dengan sepenuh hati. Kami minta diusut tuntas, siapapun yang terlibat diadili tanpa pandang bulu,” pinta perwakilan mahasiswa JKN dari Universitas Negeri Jakarta, Adin.
Hal ini disampaikan Adin dalam pertemuan antara mahasiswa JKN dengan pimpinan pansus angket Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/12).
“Usut skandal Bank Century, seret Sri Mulyani!,” teriak puluhan mahasiswa yang hadir dalam pertemuan sambil berdiri dan mengepalkan tangan kanan ke atas.
Rupanya mahasiswa merasa terganggu dengan berita miring seputar pansus angket Century pada waktu dibentuk. Mahasiswa khawatir pansus akan tersentuh kepentingan kekuasaan.
“Kami mendengar tuduhan miring terhadap pansus. Kekhawatiran kami ada proses suap menyuap, bargaining politik antara pansus Century dengan penguasa,” papar Adin.
Kerja keras DPR mengusut skandal Century dinilai mahasiswa sebagai perbaikan citra wakil rakyat di mata masyarakat.
“Pengembalian citra di mata masyarakat. Tolong kepercayaan rakyat ini dijaga,” pinta Adin.
Rapat dipim oleh Wakil Ketua pansus angket Century Century Yahya Sacawirya dengan dihadiri Ketua pansus Idrus Marham, Wakil Ketua pansus Mahfud Siddiq, serta dua anggota pansus Maruarar Sirait dan M. Romahurmuzy. (detikcom/n)
Sabtu, 05 Desember 2009
Angket Century jadi pertaruhan — Ditarget 2 bulan rampung
Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang mengingatkan DPR, jangan lagi mengecewakan rakyat dalam menyelesaikan kasus Bank Century yang diusung melalui hak angket. Rakyat bakal marah bila anggota maupun fraksi DPR cuma bermain-main, apalagi punya tujuan untuk kepentingan pribadi. Ingat, mereka diawasi oleh puluhan juta rakyat yang memilih mereka. Kalau mereka mengecewakan, rakyat akan marah dan mereka akan berhadapan dengan rakyat,” kata Sebastian, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (3/12). Menurut Sebastian angket ini mendapatkan perhatian dari seluruh rakyat Indonesia dan masyarakat benar-benar ingin melihat, keseriusan DPR dalam menyelesaikannya.
Beban dan tanggung jawab anggota DPR sangat berat untuk menyelesaikan. Oleh karenanya jangan bermain-main.
Keseriusan fraksi-fraksi dalam menyelesaikan kasus ini menurut Sebastian sudah bisa terlihat ketika fraksi menentukan siapa-siapa saja anggota mereka yang didudukkan di Pansus Hak Angket. Fraksi yang serius pasti akan menempatkan orang-orang terbaik mereka. ”Anggota Pansus ini harus orang-orang pilihan dari setiap partai yang memiliki kemampuan, kualifikasi, integritas dan tidak sedang terlibat dalam persoalan hukum apapun alias orang-orang yang bisa dipercaya,” jelasnya.
Sebastian mengakui banyak juga anggota DPR yang jadi ’pemain’, tapi dia percaya masih ada anggota punya niat berjuang demi rakyat.
Menurutnya, usulan hak angket itu sejalan dengan keinginan rakyat. Sehingga rakyat tidak mau lagi dikecewakan.
”Angket ini menjadi pertaruhan bagi DPR. Jika angket ini berhasil maka DPR tentunya akan mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari masyarakat dan tingkat kepercayaan masyarakat akan tumbuh kembali," katanya.
Dua bulan
Ketua Setara Institute, Hendardi, Kamis (3/12) pagi tadi mengatakan, skandal kasus Bank Century selayaknya bisa diselesaikan oleh Pansus Angket Bank Century selama dua bulan saja. Hal ini untuk menghindari pansus yang hanya semangat di awal kerjanya, namun kemudian melempem.
Mengingat pengalaman pansus-pansus angket dahulu yang pernah dibentuk oleh DPR, yang selalu kandas pada akhirnya. "Hangat-hangat tahi ayam. Menggebu-gebu saat awal, melempem di akhir," sebut Hendardi.
Apalagi, lanjutnya, tarik menarik dalam pansus angket ini akan sengit. Karena sejak awal pengusulannya sudah terjadi perbedaan pendapat politik.
Jadi tidak berlebihan, jika beberapa kalangan mengkhawatirkan hasil akhir pansus angket hanya untuk kompromi politik belaka, yang bisa membuat pelaku skandal aliran dana Rp 6,7 triliun ini malah terlindungi.
"Karena itu menjadi penting bagi pihak-pihak di luar parlemen untuk mendorong pansus nanti bekerja dengan baik," tandas Hendardi.
Independen
Sementara itu Ketua Fraksi PKB, Marwan Djafar mengatakan pansus harus benar-benar bisa independen dalam menjalankan tugasnya. Dirinya telah mendengar bahwa banyak kepentingan dan kelompok yang ingin memainkan angket ini, untuk kepentingan dirinya atau kelompoknya.
"Saya mendengar adanya pihak yang ingin menggunakan pansus ini untuk kepentingan dirinya sendiri maupun kelompoknya. Ini harus diwaspadai, karena jangan sampai kepentingankepentingan ini kemudian menggagalkan tujuan dibentuknya pansus," katanya.
Misalnya, ada isu bahwa angket ini untuk menjatuhkan Boediono sehingga akan ada wapres baru, atau sekedar menjatuhkan Sri Mulyani karena sebagai menkeu dirinya banyak menghalangi kepentingan bisnis petinggi parpol. "Jika tujuannya seperti ini FPKB akan menarik dukungan. FPKB hanya akan berpegang pada tugas dan kewenangannya sesuai konstitusi," ujar Marwan.
Bahkan Marwan mendengar isu adanya pihakpihak tertentu yang bermain dalam kasus ini untuk tujuan bisnis. Orang-orang ini menurutnya ingin mengambil alih Bank Century dengan harga murah seperti pada kasus BLBI.
Marwan juga setuju pansus harus terbuka agar apapun hasilnya nanti, maka tidak muncul prasangka yang macam-macam pada masyarakat. "Jadi apapun langkah setelah hasil pansus keluar, maka keputusannya tidak akan dicurigai masyarakat. Jika memang tidak terbukti, maka pihakpihak yang selama ini dicurigai harus direhabilitasi dan jika memang terbukti, maka harus ada tindakan hukum selanjutnya," tegas Marwan.
Sistem UN berdampak mental
Terlebih hingga saat ini, sistem silang tersebut belum disosialisasikan hingga ke tingkat satuan pendidikan di daerah-daerah. Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, Drs Sunarto MPd mengatakan pihaknya akan melaksanakan rapat koordinasi dengan seluruh kepala dinas pendidikan di Jawa Tengah untuk membicarakan mengenai sosialsiasi dan kekhawatiran dengan adanya sistem silang tersebut.
"Kami khawatir siswa itu malah tambah terbebani, karena harus pontang-panting menuju lokasi ujian. Terlebih suasana di lokasi baru juga akan berdampak pada kosentrasi mereka dalam mengerjakan soal ujian,"ujar Sunarto saat ditemui di kantornya, kemarin.
Dia mengatakan, pertemuan tersebut akan dilangsungkan pada tanggal 10 Desember mendatang. Dia mengatakan, dalam pertemuan itu akan dipimpin langsung oleh anggota Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP, Prof Mungin Edy wibowo.
Melarang
Terkait mengenai putusan MA yang melarang penyelenggaraan UN, Sunarto mengungkapkan bahwa pihaknya bukan dalam posisi mendukung atau tidak mendukung. Menurutnya Dinas Pendidikan Provinsi Jateng mengikuti semua yang digariskan oleh pemerintah, dalam hal ini Menteri Pendidikan Nasional.
"Semua persiapan telah kita laksanakan mulai dari pendataan siswa didik yang akan mengikuti ujian mulai dari tingkat SD (UAS BN), SMP, SMA /SMK. Dan sistem UN kali ini beda," katanya.
Sementara anggota BSNP Prof Mungin Edy Wibowo dalam beberapa kesempatan mengatakan, bahwa perbedaan sistem UN pada tahun 2010 dengan tahun-tahun sebelumnya ditujukan untuk meningkatkan kualitas hasil UN. Selain memberi kesempatan bagi siswa yang tidak lulus dalam UN utama dengan mengikuti UN susulan, sistem silang yang diterapkan untuk menjaga kemurnian ujian.
"Dan dipastikan sistem silang itu tidak akan memberatkan siswa. Kami akan mensketsa persilangan itu tidak jauh dari sekolah asal, yang kami silang ada sekolah-sekolah yang pada satu area," ujarnya.
Selain itu menurut Direktur Direktur Kajian Strategis Demokrasi dan Sosial (Krisis), Suwiqnyo Rahman, menyambut baik putusan MA terhadap dilarangnya UN. Tapi pihaknya mengaku tidak berkeberatan dengan adanya UN asalkan tidak menjadi satu-satunya penentu kelulusan.
"Karena kebijakan itu tidak efektif jika diberlakukan secara nasional. Keputusan MA merupakan kado hari guru, karena putusan MA lebih memberikan kewenangan pada guru dan sekolah untuk menentukan kelulusan siswanya, " tukasnya.
SBY Curiga Politik
"Ada yang ingin benar-benar mendapatkan penjelasan mengenai Bank Century. Namun, informasi yang saya dapat, juga ada yang motifnya bukan itu, tapi motif politik," kata Presiden SBY dalam pengarahan pada para menteri sebelum memimpin sidang kabinet membahas program 100 hari pemerintahan di Kantor Kepresidenan kemarin (4/12). “Dalam demokrasi ada kebebasan, ada etika, dan ada rule-nya," ujar SBY.
Dalam pernyataan yang terbuka untuk diliput media, presiden mencurigai aksi unjuk rasa memperingati Hari Antikorupsi Internasional pada 9 Desember mendatang ditunggangi kepentingan politik. Indikasinya, tokoh-tokoh yang terlibat dalam demo peringatan hari antikorupsi tidak terdengar kiprahnya dalam upaya pemberantasan korupsi lima tahun terakhir.
"Mungkin saja akan muncul tokoh-tokoh nanti pada 9 Desember yang selama lima tahun lalu tidak pernah saya lihat kegigihannya di dalam memberantas korupsi akan tampil. Ya, selamat datang kalau memang ingin betul memberantas korupsi di negeri ini bersama-sama," tuturnya.
Pernyataan presiden itu terkait rencana demo serentak sejumlah elemen antikorupsi dan organisasi masyarakat guna memperingati Hari Antikorupsi Internasional di sejumlah daerah. Di Jakarta, aksi unjuk rasa akan dipusatkan di lapangan Monas. Sejumlah tokoh nasional dikabarkan akan terlibat dalam aksi yang digagas Gerakan Indonesia Bersih dan 20 ormas tersebut. Antara lain, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin, Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi, Pdt Andreas Yewangoe, Effendi Gazali, Ray Rangkuti, dan mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli.
Meski ada aksi unjuk rasa, SBY yakin tidak akan berpengaruh terhadap stabilitas karena dia menilai keributan tentang kasus Bank Century hanya terjadi di Jakarta. “Saya katakan seperti itu supaya saudara (para menteri) tidak surprise nanti. Tetapi, pesan saya, apa pun yang akan terjadi di Jakarta utamanya, jangan ganggu konsentrasi untuk melaksanakan tugas pokok kita,” katanya.
SBY memperkirakan situasi politik nasional akan tetap panas satu hingga lima minggu ke depan. Meski demikian, dia menganggap situasi tersebut bukan hal yang luar biasa dalam kehidupan demokrasi. "Ini bagian dari ekspresi kebebasan, bagian dari demokrasi itu sendiri,” paparnya.
Menko Polhukam Djoko Suyanto membantah presiden khawatir akan terjadi kerusuhan dalam demo antikorupsi pada 9 Desember mendatang. Menurut dia, SBY tengah membangkitkan kewaspadaan masyarakat untuk menjaga iklim kondusif saat ini. “Biasanya, kalau massa berkumpul banyak, ada potensi (kerusuhan) itu terjadi,” katanya.
Bantahan akan ada upaya massa untuk membuat kerusuhan juga disampaikan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Sutanto. Menurut dia, tidak ada indikasi akan terjadi kerusuhan dalam aksi unjuk rasa peringatan hari antikorupsi mendatang. “Ah, ndak ada yang gitu-gitu,” tambahnya.
Pernyataan presiden itu disampaikan bersamaan dengan unjuk rasa ratusan massa Barisan Rakyat Antikorupsi (Barak) di depan Istana Merdeka. Mereka menuntut SBY menonaktifkan Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, serta menolak kompromi politik dalam penyelesaian kasus Bank Century.
Demonstran membawa sejumlah karung yang bertuliskan: "RP 6,7 T sama dengan 1.116.666.666 liter beras", "Rp 6,7 T sama dengan 64.360.000 siswa gratis sekolah", "Rp 6,7 T sama dengan 148.888.888 dus susu untuk bayi", "Rp 6,7 T sama dengan 700 MW listrik untuk rakyat", dan "Rp 6,7 T sama dengan 64 miliar kerupuk udang".
DOKUMEN GELAP
Sementara itu, kemarin, juga beredar kabar dari situs jejaring sosial yang menyinggung soal terungkapknya sebuah dokumen gelap. Dalam dokumen tersebut dinyatakan, bahwa sejumlah tokoh nasional telah berkumpul di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, untuk membicarakan rencana penjatuhan pemerintahan SBY.
Di antara, yang disebut-sebut dalam dokumen tersebut adalah Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. Saat dikonfirmasi, mantan cawapres Megawati itu menampik kabar tersebut. “Anda sendiri sudah bisa bilang itu dokumen gelap, tidak jelas asalnya, kenapa harus ditanggapi, acuhkan saja lah,” ujarnya, saat ditemui usai menerima Tim 9 Angket Century, di Jakarta, kemarin.
Prabowo menegaskan, dirinya tidak pernah berpikir untuk mengusik jalannya pemerintahan dengan aksi-aksi jalanan. “Pemikiran kita adalah menjalankan fungsi konstitusional mewakili tuntutan rakyat. Jadi tidak ada pemikiran di luar itu,” sambungnya.
Terpisah Ketua Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak) Fadjroel Rachman mengungkapkan bahwa SBY tak perlu paranoid dengan unjuk rasa yang ditargetkan dihadiri seratus ribu orang. “Sudahlah Pak SBY nggak perlu khawatir dengan kami,” jelasnya, kemarin.
Menurutnya, apabila SBY antikorupsi lebih baik datang ke unjuk rasa itu. “Kami sebagai Ketua Kompak mengundang Presiden dan menyatakan dukungannya kepada gerakan antikorupsi,” jelasnya. Gerakan yang digagas Kompak itu terdiri dari sejumlah LSM antikorupsi.
Sejak kasus Bibit dan Chandra mencuat ke permukaan, gerakan ini sejak lama sudah kerap menyelenggarakan unjuk rasa di Bundaran HI, tiap akhir pekan. Kompak ini pula yang sempat bersitegang dengan Komisi III DPR saat rapat dengar pendapat soal kasus korupsi yang menyita perhatian itu.
Langkah SBY mendatangi unjuk rasa itu akan sesuai dengan slogan yang diusung, “Kalau Bersih Mengapa Risih”. Dia mengakui bahwa demo besar itu sebagai gerakan politik antikorupsi. Meski demikian, Fadjroel menjamin bahwa unjuk rasa itu tak sampai kepada tuntutan pemakzulan yang dikhawatirkan sejumlah pihak.
“Saya jamin tidak ke sana. Tidak ada hubungannya. Wong yang datang tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi,” tambahnya. Beda lagi, kalau hak angket yang kini bergulir di DPR ternyata memutuskan bahwa ada pihak yang harus bertanggung jawab.
Apabila presiden bersedia hadir, kata dia, para aktivis akan mengajak presiden berjalan dari lapangan Monas hingga bundaran Hotel Indonesia, sambil menyuarakan penolakan antikorupsi. “Pak SBY bisa mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki komitmen yang tegas mengusut tuntas skandal Bank Century,” terangnya.
Menurut dia, unjuk rasa 9 Desember nanti memang bakal disuarakan untuk menolak setiap upaya korupsi. Gerakan itu bakal dilakukan serempak di 33 provinsi. “Semuanya akan menyuarakan. Bagaiamanapun upayanya. Misalnya puisi, unjuk rasa. Semuanya bisa dilakukan asal menyuarakan antikorupsi,” tambahnya.
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif mengungkapkan agar presiden tidak perlu panik menghadapi situasi seperti ini. “Pemimpin tidak boleh panik. Kalau tak bersalah mengapa harus takut Unjuk rasa itu belum ke arah sana. Hadapi dengan biasa saja,” jelasnya. Apalagi, kata dia, Partai Demokrat yang menjadi pendukungnya di DPR, menyokong hak angket.
Syafii yakin unjuk rasa itu bakal berlangsung damai. “Pasti tidak terjadi apa-apa. Saya juga tidak setuju dengan unjuk rasa yang sampai merusak,” ucapnya.
Jumat, 27 November 2009
BakSos PC IMM Klaten (Manjalin Ukhuwah Masyarakat)
Bakti Sosial ini dilaksanakan PC IMM Klaten untuk lebih bisa menjalin ukhuwah dan Dakwah Islamiyah di masyarakat Pendem, Jarum, Bayat, Klaten. Acara ini bersamaan dengan adanya hari Raya Idul Adha yang mana kami juga melaksanakan pembagian daging hewan kurban kepada masyarakat. Selain pembagian daging hewan Kurban, kami juga mengadakan lomba buat anak-anak TPA. Diantara Lomba-lomba yang kami adakan buat anak-anak TPA yaitu : Lomba Cerdas Cermat Agama Islam, Lomba Qiroatil Qur'an, Lomba Tata Cara Sholat yang benar, dan Lomba Lari Malaikat.
Tidak hanya itu saja, kami juga mengadakan periksa kesehatan dan pengobatan gratis yang dibantu oleh temen-temen Mahasiswa STIKES Muhammadiyah Klaten serta di dampingi oleh Dosen yang bersangkutan serta di dampingi oleh Puskesmas setempat. Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis dilaksanakan setelah pembagian daging Hewan Kurban, tepatnya setelah sholat ashar.
Antusias dan respon dari masyarakat setempat sangat bagus, dan ada yang merasa sangat senang dengan adanya BakSos yang tengah kami laksanakan di tempat itu, karena mempunyai pengaruh dari masyarakat pentingnya hidup sehat dan pentingnya menjalin ukhuwah di antara sesama serta pentingnya hidup rukun dan saling tenggang rasa di dalam masyarakat.
Malamnya setelah sholat isya' kami mengadakan Pengajian Akbar dengan pembicara beliau Bp. Drs. H. Ngadimin yang dilaksanakan di Masjid Maghfirah Pendem. Kami tengah mengundang masyarakat bersamaan tadi siang memberikan daging korban kepada mereka.
dan Akhirnya demikian kegiatan Bakti Sosial kali ini, semoga banyak manfaatna yang bisa petik bersama dan sebagai pelajaran buat kita semua, semangat buat PC IMM Klaten, Hidup PC IMM Klaten, Selalu berusaha dan berjuang untuk Islam...fastabiqul qhairat.....
Jumat, 20 November 2009
Paradigma Baru Peradilan Akuntabel Dan Transparan
Yogyakarta- Masyarakat kini disodorkan pada drama perseteruan KPK VS POLRI yang memasuki babak baru pasca diperdengarkannya rekaman di Mahkamah Konstitusi beberapa waktu lalu. Rekaman tersebut membuat masyarakat terkejut. Integritas lembaga hukum di Indonesia kian dipertaruhkan. Krisis kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum pun semakin kuat.
“Kalau polisi dan jaksanya sudah seperti itu, banyak rekayasa, mudah-mudahan hakimnya masih bisa menjaga martabat lembaga penegak hukum”, ujar Iwan Satriawan, Dosen Hukum UMY, saat memberikan pengantar pada Seminar Nasional “Paradigma Baru Pengawasan Hakim Menuju Peradilan Yang Akuntabel dan Transparan” hari Rabu (11/11/2009) di Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Sementara itu, Koordinator Bidang Penilaian Prestasi Hakim dan Seleksi Hakim Agung Komisi Yudisial RI, Prof. Dr. H. Mustafa Abdullah, mengungkapkan, di tingkat dunia, indeks korupsi Indonesia selalu tinggi, termasuk yang terkorup. Korupsi di Indonesia bukan lagi kejahatan bisa, tapi sudah menjadi kejahatan luar biasa. “Jika tiga batu dijatuhkan dari pesawat terbang yang terbang di Indonesia, maka satu diantaranya akan mengenai kepala koruptor,” paparnya. Ia mengungkapkan anekdot yang menggambarkan betapa parahnya korupsi yang terjadi di Indonesia.
Selama ini penanganan kasus korupsi belum maksimal. Masih banyak kasus yang berakhir dengan putusan yang kurang memuaskan. Dari pantauan Indonesia Corruption Watch (ICW), dari 196 terdakwa kasus korupsi pada semester I tahun 2008, sebanyak 104 (53%) divonis bebas. 92 terdakwa yang divonis bersalah juga belum memberikan efek jera.
Dalam seminar yang diselenggarakan atas kerjasama Komisi Yudisial RI, Fakultas Hukum RI, dan Lembaga Hukum dan HAM PW Muhammadiyah DIY ini dijelaskan tentang Komisi Yudisial diharapkan mampu mereformasi sistem peradilan di Indonesia, meningkatkan kepercayaan pada hakim, menjaga citra hakim, dan meningkatkan kualitas hakim.
H. M. Hatta Ali, SH, MH, Ketua Muda Bidang Pengawasan Mahkamah Agung menambahkan bahwa hakim tidak boleh diintervensi pemerintah. Sejak tahun 2006, MA telah menyusun sistem pengawasan. Hal ini dilakukan demi meningkatkan pengawasan meningkatkan kualitas peradilan dan kehakiman. Ia menegaskan, ”Tolong para hakim! Paradigma di MA sudah berubah, kita harus meningkatkan kinerja kita”. Para hakim kini tidak bisa mengelak lagi dari pengawasan publik. Juni 2009 lalu, MA telah meresmikan Desk Informasi dan Pengaduan MA RI. Sesaat setelah diresmikannya, sudah terdaftar sejumlah 105 pengaduan melalui website resmi MA.
Seminar yang juga menghadirkan Nur Ismanto, SH, M.Si, Ketua Perhimpunan Advokasi Indonesia (PERADI) Cabang Yogyakarta dan Trisno Raharjo, Dosen dan pengamat hukum ini semakin menarik saat Sahlan, seorang mantan hakim yang hadir memberikan tanggapan akan laporan MA dan membeberkan pengalamannya selama menjadi hakim hingga memutuskan untuk mengundurkan diri karena tidak tahan dengan kondisi yang ditemuinya.
Peradilan yang akuntabel dan transparan akan terwujud jika kehormatan dan martabat hakim terjaga dalam dua hal, putusan hakim dan perilaku hakim. Didukung dengan pengawasan yang menyeluruh terhadap kondisi hakim dan peradilan.(H_cY)
Senin, 02 November 2009
Tak Cukup Hanya Minta Maaf, Kapolri Harus Pecat Susno

Jakarta - Permintaan maaf Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) tentang munculnya istilah cicak vs buaya diapresiasi. Seharusnya Kapolri tidak cukup minta maaf, tapi harus memberi sanksi kepada oknum yang menyebut istilah cicak dan buaya, Komjen Pol Susno Duadji.
"Maaf harus diikuti tindakan pada oknum di polisinya. Kalau perlu sampai dipecat, karena kata-kata itu justru menimbulkan polemik yang bergulir," kata anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW) Illian Deta Sari di Jakarta, Senin (2/11/2009).
Istilah cicak dan buaya, berdasarkan catatan pers pertama kali disampaikan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji. Cicak merujuk KPK, sedangkan buaya merujuk ke Polri.
"Buktinya sudah ada, polisi jangan sungkan dan tanggung-tanggung kalau ingin membersihkan diri," jelas Illian.
Illian, sebagai contoh mengungkapkan rekam jejak Susno yang pernah menemui buron KPK Anggoro Widjojo.
"Coba apa boleh bertemu buron. Warga saja yang tahu buron harus diperiksa. Harus ada tindakan nyata seperti apa," tutupnya.
Gerakan Trituka untuk Tuntaskan KPK vs Polri
Jakarta - Perseteruan antara KPK dan Polri pasca penahanan Bibit dan Chandra membuat suasana politik nasional memanas. Terinspirasi Tritura pada 1960-an, Ketua Majelis Pakar DPP PPP Lukman Hakiem mengkampanyekan tri tuntutan keadilan (Trituka) guna menuntaskan pertikaian ini."Kisruh KPK-Polri saat ini hanya bisa dituntaskan secara adil dengan Trituka," kata Lukman kepada detikcom, Senin (2/11/2009).
Mantan Sekretaris Fraksi PPP DPR itu menilai gerakan Trituka jika dilakukan secara massif akan bisa menjadi gelembung gerakan rakyat melawan korupsi dan keadilan. Karena itu, semua komponen yang masih dengan keadilan dan anti korupsi harus menunjukkan keprihatinannya dalam kasus ini.
Menurut Lukman, 3 tuntutan keadilan itu adalah pertama, menuntut semua rekaman yang ada di KPK dibuka ke publik. "Bukan disita karena ada yang ketakutan kejahatannya terkuak," papar Lukman.
Kedua, menuntut adanya laporan audit investigasi BPK atas Bank Century yang dilengkapi dengan rincian aliran arus dana Rp 6,7 triliun. Ini sangat penting agar publik tahu siapa saja yang menikmati uang haram tersebut.
"Kita tetap harus mengingatkan kasus ini agar tidak dilindas kasus KPK-Polri, karena jangan-jangan ini bagian dari agar kasus Century ini tertutup" paparnya sambil tertawa.
Ketiga, tim independen untuk mengusut perseteruan antara KPK dengan Polri guna ditemukan titik keadilan dan transparansi dalam kasus ini. detik.News
Mahasiswa Palembang Unjuk Rasa Dukung Bibit - Chandra

PALEMBANG --- Dukungan terhadap dua mantan anggota KPK Bibit Slamet Riyadi dan Chandra Hamzah,yang kini tengah ditahan polisi menyebar sampai ke Palembang. Puluhan mahasiswa dari Universitas IBA Palembang, Senin (2/11) melakukan aksi unjuk rasa terhadap Bibit – Chandra. Dengan mengusung poster para mahasiwa yang datang menggunakan jaket almater warna orange berlangsung di bundaran air mancur Jl. Jendral Sudirman, “Penahan Bibit dan Chandra telah mengabaikan rasa keadilan masyarakat yang mulai terkoyak karena penahan Bibit dan Chandra lebih mengedepankan kekuasaan yang melanggar hak kebebasan untuk menyampaikan pendapat, juga hak untuk melakukan pembelaan,” kata Muhammad Zen koordinator aksi.
Menurut Zen, dalam KUHAP sebagai instrument hukum untuk menegakkan kebenaran formil bahwa alasan penahanan hanya dimungkinkan pihak kepolisian bilamana dikhawatirkan tersangka melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. Sedangkan hak subjektif aparat kepolisian dalam menahan Bibit dan Chandra karena dinilai sering melakukan konfrensi pers yang dapat membentuk opini publik.
“Alasan yang tidak masuk akal sehat, sebab, konfrensi pers yang dilakukan Bibit dan Chandra itu dapat pula dipandang sebagai hak pembelaan diri atas tuduhan telah menyalah gunakan wewenang dan menerima suap,” tambah Zen.
“Bukankah aparat kepolisian juga melakukan konfrensi pers atau memberikan keterangan dengan wartawan mengenai tuduhan terhadap Bibit dan Chandra,” tambahnya. Dalam aksi tersebut mahasiswa mendeklarasikan diri untuk mengawal KPK guna memberantas praktek korupsi sebagai salah satu cita-cita dari gerakan reformasi.
Aktivis mahasiswa Universitas IBA ini juga menyatakan siap menjadi untuk pembebasan BIbit dan Chandra, dan meminta kepada presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono untuk membentuk tim independen dalam menyelesaikan konflik lembaga hukum guna menjamin penegakan hukum yang adil di Indonesia. http://www.republika.co.idSelasa, 29 September 2009
Amerika Gagal di Afganistan
Misi Amerika di Afganistan "kemungkinan besar akan gagal" kecuali jumlah pasukan ditingkatkan dalam setahun ini, demikian isi laporan seorang jenderal senior. Kajian jenderal Stanley McChrystal dimuat dalam laporan rahasia yang diperoleh suratkabar Washington Post. Baru baru ini dia mendesak dilakukannya perbaikan strategi militer di Afganistan. Ini dipandang mengisyaratkan kegagalan strategi yang ada. Lebih 30 ribu pasukan tambahan Amerika dikirim ke Afganistan sejak bulan Mei, yang berarti menggandakan jumlah pasukan Amerika. Jumlah pasukan Amerika di Afganistan sudah direncanakan meningkat menjadi 68 ribu pada akhir tahun ini. Tetapi dalam kajian terbarunya, jenderal McChrystal dikutip Washington Post mengatakan: "Kegagalan menggunakan kesempatan dan membalikkan kegiatan pemberontak dalam waktu dekat ... akan membuat kemungkinan mengalahkan pemberontakan tidak mungkin terjadi." Dia memperingatkan "kekurangan sumber daya kemungkinan akan menyebabkan kegagalan". "Pasukan tambahan diperlukan," kata jenderal tersebut pada kesimpulan laporan tersebut. Jenderal McChrystal diperkirakan akan meminta penempatan puluhan ribu pasukan tambahan. Dia juga meminta percepatan pelatihan pasukan Afganistan. Jenderal McChrystal mengatakan kegagalan menyedikan sumber daya yang memadai "juga akan menyebabkan konflik berjalan lebih lama, korban bertambah, biaya meningkat, dan pada akhirnya kehilangan dukungan politik." "Pada akhirnya resiko ini kemungkinan akan menyebabkan kegagalan misi." Tetapi dia menambahkan peningkatan jumlah pasukan harus menjadi bagian dari perbaikan strategi militer di negara itu. Jenderal McChrystal secara konsisten meminta diterapkkannya sebuah strategi yang mengedepankan perlindungan rakyat Afganistan. Dalam laporan ini dia mengecam pasukan NATO yang dipimpinnya karena lebih memusatkan perhatian pada usaha mengatasi kelompok perlawanan bukannya melindungi warga sipil Afganistan. "Keterpakuan pada usaha melindungi pasukan kita sendiri, kita beroperasi lewat cara yang membuat kita memisahkan diri...dari warga yang sebenarnya ingin kita lindungi," katanya. [voa-islam/bbc]
CORETAN KI SEMAR: Soekarno Hidup di Jaman yang Salah
Seiring kondisi di atas ada pertanyaan yang harus kita jawab dengan akal sehat, bukan dengan memori indah masa lalu. “Layakkah Soekarno memperoleh sanjungan yang tak berbatas itu?” Jawabnya adalah “tidak, sekali lagi tidak.” Jawaban ini saya yakin menimbulkan kemarahan bagi para Soekarnoisme. Tetapi memang itu yang harus saya katakan. Sebagai seorang orator maka saya mengacungkan jempol untuk Soekarno. Sebagai pemersatu bangsa, Soekarno tiada duanya. Sebagai Proklamator, jangan coba-coba ada yang mengingkari. Tetapi sebagai pemimpin besar bangsa ini kita harus berfikir secara jernih.
Pola pikir Soekarno dan penghormatan rakyat lapisan bawah akan lebih tepat seandainya Soekarno menjadi “Raja Indonesia” dan memimpin bangsa ini dijaman kerajaan. Ada beberapa hal yang dimiliki Soekarno yang hanya layak diperoleh dan dilakukan oleh seorang raja diantaranya:
1. Presiden seumur hidup
2. Demokrasi terpimpin
3. Kultus individu
4. Lebih dari satu istri.
Presiden seumur hidup: Pengangkatan dirinya (tidak adanya penolakan) sebagai Presiden seumur hidup merupakan pemutar balikan secara drastis apa yang selama ini selalu dia perjuangkan. Menghapus feodalisme di Indonesia. Indonesia harus menjadi negara demokrasi demikian selalu Soekarno katakan, dan sendainya bukan Soekarno yang diangkat menjadi presiden seumur hidup maka saya yakin dia akan menjadi orang terdepan yang memprotes keputusan tersebut. Kepentingan pribadi telah berada di atas visi perjuangan Soekarno. Dan hanya seorang raja yang berhak atas pengangkatan tersebut. Soekarno mencoba menembus dinding sebagai “Presiden RI” menuju “Raja Indonesia”.
Demokrasi terpimpin: Demokrasi yang bertanggung jawab dan beretika adalah suatu keharusan, tetapi demokrasi terpimpin merupakan bibir otoriter yang dibalut gincu demokrasi. Kondisi yang demikian hanya patut terjadi dijaman kerajaan. Adakah faktor usia telah membuat Soekarno lupa bahwa dia hidup di Negara Demokrasi bukan dijaman kerajaan. Kultus Individu yang terlalu dominan dan terkadang berbau mistik makin melengkapi Soekarno untuk menjadi seorang raja. Peci, tongkat komando sering menimbulkan kisah mistik laksana busana dan keris para raja. Soekarno sebagai seorang intelektual seakan-akan membiarkan semua itu semakin berkembang, termasuk gambar di atas mungkin lebih layak diterima seorang raja bukan seorang Presiden.
Keberadaan lebih dari satu istri lebih mendekatkan Soekarno sebagai seorang raja, dan hal tersebut dianggap wajar untuk seorang Soekarno. Kultus individu telah menutup mata semua elemen bangsa saat itu. Setiap kunjungan ke luar negeri selalu mengisahkan cerita kecil tentang Soekarno dan wanita. Termasuk saat bung Karno hendak membeli BH di sebuah pertokoan di luar negeri, ia tak segan memajang semua pramu niaga wanita guna mencari ukuran yang pas. Etiskah itu dilakukan oleh seorang kepala Negara ? dan begitu pentingkah BH tersebut sehingga harus dibeli disela-sela kunjungan sebagai kepala Negara. Dimanakah nama bangsa yang terkenal dengan sopan santunnya ? Bagi anda yang pernah membaca Sewindu Dekat Bung Karno, tentu akan menemui cuplikan cerita bagaimana seorang ajudan Presiden (Kol. KKO. Bambang Wijanarko) diminta untuk mencari teman kencan pada malam hari, dan harus menceritakan kemesuman yang terjadi pada malam itu pada saat sarapan pagi keesokan harinya. Adakah hal ini lazim dilakukan oleh seorang Presiden?.
Kondisi pada saat itu membuat semua orang takut untuk memberikan peringatan kepada Soekarno, pers kehabisan tinta untuk menulis dan akhirnya diam bahkan menyebut itu semua sebagai kelebihan dari sosok Soekarno, karena semua sadar apabila hal itu dilakukan maka tangan besi Soekarno sebagai jawabannya. Pada prinsipnya tangan besi Soekarno tak jauh berbeda dengan tangan besi seorang raja, serta saudara kembar dari system Soeharto. Merah hitam Indonesia ditentukan oleh Soekarno. Mari kita bedah nurani ini, dan tempatkan segala sesuatu sesuai porsinya, termasuk sosok Soekarno. Namun demikian, masih banyak sumbangsih Soekarno untuk bangsa ini. Dan tidak terlalu berlebihan apa bila berdasar pada sisi positif perjuangan Soekarno maka pemerintah menetapkan serta mengangkat Soekarno menjadi Pahlawan Nasional.(*) oleh: Tony Mardianto