Minggu, 28 Februari 2010
“Materi Pendiskusian” ~untuk pergerakan pendidikan di seluruh dunia~
Selama pertemuan internasional yang diselenggarakan di Muenchen (Jerman) pada akhir November 2009, kami—aktivis gerakan pendidikan di Austria, Jerman dan Spanyol—bertemu dan menyusun tulisan ini.
Kami mengajak semua organ-organ lokal di seluruh Eropa dan belahan dunia lainnya untuk membahas tulisan ini, kemudian memberikan tanggapannya [ke alamat e-mail: united4education@riseup.net]. Tanggapan yang kami terima akan dipublikasikan ke forum http://emancipating-education-for-all.org dan didiskusikan dalam Konggres Pendidikan di Bochum, Jerman di bulan Juni 2010 yang akan datang bersama dengan sebanyak mungkin para aktivis di seluruh dunia yang bisa menghadirinya.
Sangat penting bagi kita yang aktif dalam pergerakan pendidikan ini untuk membangun jaringan yang solid di antara organ gerakan.
Tujuan kita adalah mengawali pendiskusian seputar konsep pendidikan dan mengumpulkan sebanyak mungkin gagasan dari berbagai organ guna merumuskan suatu sikap yang mencerminkan kesatuan dan keberagaman perlawanan demi tercapainya pendidikan gratis dan emansipatoris.
Visi
Merumuskan visi tentang peranan sosial seperti apa yang seharusnya dimiliki dalam sistem pendidikan bagi masyarakat merupakan hal yang sangat pokok.
Selanjutnya, hal yang terpenting untuk dilakukan oleh komponen gerakan pendidikan—di lingkup lokal/nasional maupun global—adalah mampu mendefinisikan konsepsi pendidikan itu sendiri dan memenagkan definisi tersebut dalam dinamika perdebatan wacana social terkait isu pendidikan.
Kami akan menjelaskan mengenai konsep dasar yang kami miliki terkait visi pendidikan gratis dan emansipatoris. Kami meyakini bahwa pendidikan—berkebalikan dengan fungsi adanya pelatihan—haruslah kritis. Pendidikan harus gratis dan dapat diakses oleh semua individu, serta bertujuan untuk memberdayakan rakyat sehingga mereka dapat memahami dan merefleksikan adanya konflik kepentingan dalam sektor pendidikan secara kritis sekaligus merefleksikan peran individu dalam masyarakat dan terdorong untuk melibatkan diri secara aktif. Dengan jalan inilah pendidikan berkembang menjadi sarana terciptanya emansipasi.
Sebaliknya, pelatihan hanyalah sekadar pembelajaran guna memperoleh keahlian-keahlian yang ditawarkan pasar tenaga kerja.
Sistem Pendidikan—Suatu ranah “Pertarungan Kepentingan”:
Kami memahami sistem pendidikan sebagai suatu platform bagi banyak kepentingan yang seringkali saling bertentangan, diantaranya yaitu yang mengusung kepentingan ekonomi, kepentingan negara (baca:pemerintah) ataupun kepentingan agama yang terlembagakan. Ketiga arus utama kepentingan tersebut diatas berlawanan dengan kepentingan untuk membiarkan rakyat menentukan arah kehidupan yang ingin mereka jalani. Tidak seperti kepentingan arus utama tersebut, kepentingan yang berpihak pada kehendak rakyat ini sayangnya belum terorganisir. Emansipasi memungkinkan rakyat untuk memiliki kuasa kehendak atas kehidupan mereka.
Kepentingan-kepentingan yang saat ini mendominasi—terutama kepentingan yang ekonomis sifatnya—berlaku secara global. Oleh karena itulah,kami meyakini bahwa perjuangan kita ini akan berhasil di masa mendatang selama selama kita mampu membangun jejaring sekaligus bersatu dalam sebuah perlawanan global.
Kami ingin menyampaikan solidaritas pada semua yang aktif memperjuangkan tercapainya pendidikan gratis yang emansipatoris di seluruh penjuru dunia.
~Aktivis-aktivis pergerakan pendidikan
di Austria, Jerman dan Spanyol~
Diterjemahkan oleh Sistha (Departemen Hubungan Internasional LMND PRM)
Kamis, 25 Februari 2010
Pondasi Kehidupan
Kisah Rumah Orang Bijak Dan Rumah Orang Bebal
Pada suatu hari, ada dua orang yang baru mendapatkan uang untuk membangun rumah. Dengan segera, keduanya pun mencari lahan untuk membangun. Orang yang pertama adalah orang yang bijak dan ia membeli lahan di atas batu karang. Ia menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk membangun rumahnya. Orang yang kedua adalah orang yang bebal dan ia membeli lahan di atas pasir. Dengan waktu cepat, ia sudah selesai membangun rumahnya.
Si orang bebal pun melintasi lahan orang bijak dimana ia masih bersusah payah membangun rumahnya. Kata si orang bebal kepada orang bijak, “Betapa bodohnya kamu, membangun rumah di atas batu karang. Lihat, sampai sekarang kamu belum selesai membangunnya.” Si orang bijak tidak berkata apa-apa dan terus membangun.
Beberapa tahun kemudian, rumah orang bijak pun selesai dibangun. Rumah itu berdiri dengan kokoh di atas fondasi batu karang. Tak lama setelah itu, datanglah hujan badai yang besar dengan angin yang berhembus dengan kencang dan menghantam rumah tersebut. Tetapi rumah si orang bijak tetap berdiri dengan kokoh karena dibangun di atas fondasi batu karang yang kuat.
Hujan angin badai yang sama pun menghantam rumah orang bebal di atas pasir dan karena fondasinya yang kurang kuat di atas pasir, maka rumah itu pun segera runtuh dan si orang bebal kehilangan seluruh rumah dan harta bendanya.
Si orang bebal pun menyesali kegabahannya dalam membangun rumah. Ia berkata, “Seaindainya aku tidak terburu-buru dan gegabah dalam membangun rumah, mungkin rumahku masih berdiri kokoh seperti rumah si orang bijak di atas batu karang.”
Oleh karena itu, jangan terburu-buru dan gegabah dalam merencanakan sesuatu. Apapun yang dibangun dengan fondasi yang kuat akan bisa bertahan melawan berbagai macam kesusahan.
Jumat, 27 November 2009
Malaikat maut kerap melihat anda…. Waspadalah.. .
BETAPA kerapnya malaikat maut melihat dan merenung wajah seseorang, yaitu dalam masa 24 jam sebanyak 70 kali... Andainya manusia sadar hakikat tersebut, niscaya dia tidak akan lalai mengingati mati. Tetapi oleh kerana malaikat maut adalah makhluk ghaib, manusia tidak melihat kehadirannya, sebab itu manusia tidak menyadari apa yang dilakukan oleh Malaikat Izrail.Justru itu, tidak heranlah, jika ramai manusia yang masih mampu bersenang-lenang dan bergelak-ketawa, seolah-olah dia tiada masalah yang perlu difikirkan dan direnungkan dalam hidupnya. Walaupun dia adalah seorang yang miskin amal kebajikan serta tidak memiliki sebarang bekalan untuk akhiratnya, dan sebaliknya banyak pula melakukan dosa.
Sebuah hadis Nabi s.a.w yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas r.a, bahwa Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya :
Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenung wajah seseorang, didapati orang itu ada yang gelak-ketawa. Maka berkata Izrail : Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah Taala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih bergembira ria dan bergelak ketawa.
Manusia tidak akan sadar bahwa dirinya sentiasa diperhatikan oleh malaikat maut, kecuali orang-orang soleh yang senantiasa mengingati mati. Golongan ini tidak lalai dan sentiasa sadar terhadap kehadiran malaikat maut, karena mereka sentiasa meneliti hadis-hadis Nabi s.a.w yang menjelaskan mengenai perkara-perkara ghaib, terutama mengenai hal ehwal mati dan hubungannya dengan malaikat maut.

Meski pun mata manusia hanya mampu melihat benda yang nyata, tidak mungkin dapat melihat kehadiran malaikat maut itu. Namun pandangan mata hati mampu melihat alam ghaib, yaitu memandang dengan keyakinan iman dan ilmu.
Sebenarnya manusia itu sadar bahwa setiap makhluk yang hidup pasti akan mati, tetapi manusia menilai kematian dengan berbagai tanggapan. Ada yang menganggap kematian itu adalah suatu hal yang biasa sebagai pendapat golongan athies, dan tidak kurang pula yang mengaitkan kematian itu dengan sebab-sebab yang lahir sahaja. Dia mengambil logika, bahwa banyak kematian disebabkan oleh sesuatu tragedi, seperti diakibatkan oleh peperangan, bencana alam seperti banjir, gempa bumi, kebakaran dan juga kemalangan baik diudara, laut dan daratan termasuk kemalangan jalan raya.
Selain itu, mereka juga melihat kematian disebabkan oleh serangan penyakit yang marabahaya seperti penyakit parah, sakit jantung, AIDS, demam tinggi, dan sebagainya. Disebabkan manusia melihat kematian hanya dari sudut sebab musabab yang lumrah, maka manusia sering mengaitkan kematian itu dengan kejadian-kejadian yang tersebut di atas. Jika berlaku kematian dikalangan mereka, lantas mereka bertanya, sebab apa si fulan itu mati, sakitkah atau kemalangankah?
Tidak ramai manusia yang mengaitkan kematian itu dengan kehadiran malaikat maut yang datang tepa
t pada saat ajal seseorang sudah sampai, sedangkan malaikat maut sentiasa hadir di sekeliling manusia, mengenal-pasti memerhatikan orang-orang yang tempo hayatnya sudah tamat.Sesungguhnya malaikat maut menjalankan arahan Allah SWT dengan tepat dan sempurna, dia tidak diutus hanya untuk mencabut roh orang sakit sahaja, ataupun roh orang yang mendapat kecelakaan dan malapetaka. Jika Allah SWT menetapkan kematian seseorang ketika berlaku kemalangan, atau ketika diserang sakit tenat, maka Izrail mencabut roh orang itu ketika kejadian tersebut.
Namun ajal tidak mengenal orang yang sehat, ataupun orang-orang mewah yang sedang hidup rehat dibuai kesenangan. Malaikat maut datang tepat pada waktunya tanpa mengira orang itu sedang ketawa riang atau mengerang kesakitan. Bila ajal mereka sudah tiba, maka kematiannya tidak akan tertangguh walau sesaat.
Walau bagaimana pun, ada ketikanya Allah SWT jadikan berbagai sebab bagi satu kematian, yang demikian itu ada hikmah disebaliknya. Misalnya sakit tenat yang ditanggung berbulan-bulan oleh seseorang, ia akan menjadi rahmat bagi orang yang beriman dan sabar, kerana Allah Taala memberi peluang dan menyadarkan manusia agar dia mengingati mati, untuk itu dia akan menggunakan masa atau usia yang ada untuk berbuat sesuatu, membetulkan dan bertaubat dari dosa dan kesilapan serta memperbaiki amalan, serta menambah bekalan untuk akhirat, jangan sampai menjadi orang merugi di akhirat kelak.
Begitu juga orang yang mati mengejutkan disebabkan kemalangan, ia akan menjadi pelajaran dan memberi peringatan kepada orang-orang yang masih hidup supaya mereka sentiasa berwaspada dan tidak lalai dari berusaha memperbaiki diri, menambah amal kebajikan dan meninggalkan segala kejahatan. Karena sekiranya ajal datang secara tiba-tiba pasti akan membawa sesal yang tidak berguna.
Di kalangan orang solihin menganggap bahwa sakit yang ditimpakan kepada dirinya adalah sebagai tanda bahwa Allah SWT masih menyayanginya. Karena betapa malangnya bagi pandangan meraka, jika Allah SWT mengambil roh dengan tiba-tiba, tanpa sebarang amalan terlebih dahulu. Seolah-olah Allah SWT sedang murka terhadap dirinya, sebab itulah Allah SWT tidak memberi tanda terlebih dahulu kepadanya. Keadaan orang itu ibarat orang yang tidak menyadari adanya bahaya di hadapannya, jika ada tanda terlebih dahulu niscaya dia akan terjerumus ke lembah bahaya itu.
Selain itu, Allah Taala menjadikan sebab-sebab kematian itu bagi memenuhi janji-Nya kepada malaikat maut, sebagaimana di riwayatkan oleh Saidina Abbas r.a dalam sebuah hadis Nabi yang panjang. Antara lain menjelaskan bahwa Izrail merasa kesedihan apabila dibebankan dengan tugas mencabut roh makhluk-makhluk bernyawa karena di antara makhluk bernyawa itu termasuk manusia yang terdiri dari kekasih-kekasih Allah SWT yaitu para Rasul, nabi-nabi, wali-wali dan orang-orang solihin.
Selain itu juga, malaikat maut mengadu kepada tuhan betapa dirinya tidak disenangi oleh keturunan Adam a.s, dia mungkin dicemooh kerana dia ditugaskan mencabut roh manusia, yang menyebabkan orang akan berdukacita, karena kehilangan sanak-saudara dan orang-orang yang tersayang di kalangan mereka.
Diriwayatkan bahwa Allah SWT berjanji akan menjadikan berbagai-bagai sebab kepada kematian yang akan dilalui oleh keturunan Adam a.s sehingga keturunan Adam itu akan memikirkan dan mengaitkan kematian itu dengan sebab-sebab yang dialami oleh mereka. Apabila berlakunya kematian, mereka akan berkata bahwa si fulan itu mati kerana mengidap sakit, ataupun kerana mendapat kemalangan, mereka akan terlupa mengaitkan malaikat maut dengan kematian yang berlaku itu.
Ketika itu, Izrail tidak perlu bersedih kerana manusia tidak mengaitkan kematian tersebut dengan kehadiran malaikat maut, yang sememangnya diutus oleh Allah SWT pada saat malapetaka atau sakit tenat seseorang itu bertepatan dengan ajal mereka yang sememangnya telah tiba.
Namun pada hakikatnya bahwa ajal itu adalah ketetapan Allah, yang telah termaktub sejak azali lagi. Semuanya telah nyata di dalam takdir Allah, bahwa kematian pasti tiba pada saat yang ditetapkan. Izrail hanyalah bala tentara Allah yang menjalankan tugas seperti yang diamanahkan kepadanya.
Walau bagaimana pun adalah menjadi hak Allah Taala untuk menentukan kematian seseorang itu baik berakibat ataupun tidak, sebagai mana yang dinyatakan pada awal tulisan ini bahwa ada ketikanya malaikat maut hendak mencabut roh seseorang, tetapi manusia yang dikunjungi malaikat maut sedang dalam keadaan bergembira ria dan bergelak-ketawa, hingga malaikat maut berasa heran terhadap manusia itu.
Ini membuktikan bahwa kematian itu tidak pernah mengenal baik seseorang yang sedang sakit atau pun ketika sehat dan segar-bugar.
Firman Allah Taala yang bermaksud :
Tiap-tiap umat mempunyai ajal, maka apabila telah datang ajalnya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat ( pula ) mempercepatkannya.
( Surah Al-Araf ayat 34 ), di ambil dari berbagai sumber. Utama Al-Qur'an dan Hadits..Heruoestly
Senin, 02 November 2009
KPK vs POLRI: Cicak Kok Mau Melawan Buaya!
Susno menyatakan dirinya tak marah atas penyadapan itu. ”Saya hanya menyesalkan,” ujarnya. Siapa penyadapnya, ia tak mau buka mulut. Lulusan Akademi Kepolisian 1977 ini menyebut penyadapan itu sebagai tindakan bodoh. Sehingga, ujarnya, ia justru sengaja mempermainkan para penyadap dengan cara berbicara sesuka hati.
Sebelumnya, polisi memeriksa Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah lantaran disebut-sebut melakukan penyadapan tak sesuai prosedur dan ketentuan. Pemeriksaan Chandra dituding sebagai upaya polisi untuk melumpuhkan komisi yang galak terhadap koruptor itu. Apa yang terjadi sebenarnya? Pekan lalu, wartawan Tempo Anne L. Handayani, Ramidi, dan Wahyu Dhyatmika menemui Susno Duadji di ruang kerjanya untuk sebuah wawancara. Berikut petikan wawancara tersebut.
Polisi dituduh hendak menggoyang KPK karena memeriksa pimpinan KPK dengan tuduhan penyalahgunaan wewenang penyadapan. Komentar Anda?
Kalangan pers harus mencermati, apakah karena dia (Chandra Hamzah) pimpinan KPK lalu ada masalah seperti ini tidak disidik. Katanya, asas hukum kita, semua sama di muka hukum. Jelek sekali polisi kalau ada orang melanggar undang-undang lalu dibiarkan. Kami sudah berupaya netral dan menjadi polisi profesional.
Apa memang ditemukan penyalahgunaan wewenang untuk penyadapan itu?
Saya tidak mengatakan penyalahgunaan atau apa. Silakan masyarakat menilai. Menurut aturan, yang boleh disadap itu orang yang dalam penyidikan korupsi. Kalau Rhani Juliani, apa itu korupsi? Dia bukan pengusaha, bukan pegawai negeri, bukan juga rekanan dari perusahaan. Kalau korupsi, korupsi apa, harus jelas.
Tapi sikap Anda ini dinilai menggembosi KPK?
Kalau kami mau menggembosi itu gampang. Tarik semua personel polisi, jaksa. Nanti sore juga bisa gembos. Lalu Komisi III nggak usah beri anggaran. Kami berteriak-teriak ini supaya baik republik ini.
Kami mendapat informasi, saat diperiksa Antasari membeberkan keburukan pimpinan KPK yang lain.
Saya tidak tahu, tanya ke Antasari. Lha, sekarang kalau pimpinannya yang mengatakan lembaga itu bobrok, berarti parah, dong. Dia kan yang paling tahu. Dia kan pimpinannya.
Ada kesan polisi dan KPK justru berkompetisi, bukan bersinergi. Benar?
Tidak, yang melahirkan KPK itu polisi dan jaksa. Saya anggota tim perancang undang-undang (KPK). Kami sangat mendukung. Tapi karena opini yang dibentuk salah, seolah-olah jadi pesaing. Padahal 125 personel yang melakukan penangkapan dan penyelidikan (di KPK) itu kan personel polisi. Penuntutnya juga dari kejaksaan. Kalau nggak gitu, ya matek (mati) mereka. Jadi, tak benar jika dikatakan ada persaingan
Anda, kabarnya, juga akan ditangkap tim KPK karena terkait kasus Bank Century?
Ah, ya enggak, itu kan dibesar-besarkan. Mau disergap, timbul pertanyaan siapa yang mau menyergap. Mereka kan anak buah saya. Kalau bukan mereka, siapa yang mau nangkap? Makanya, Kabareskrim itu dipilih orang baik, agar tidak ditangkap.
Kalau penyidik KPK yang menangkap?
Mana berani dia nangkap?
Karena adanya berita itu, Anda katanya marah sekali sehingga kemudian memanggil semua polisi yang bertugas di KPK?
Tidak, saya tidak marah. Mereka kan anak buah saya. Mereka pasti memberi tahu saya. Saya cuma kasih tahu kepada mereka, gunakan kewenangan itu dengan baik.
Apa benar Anda minta imbalan untuk penerbitan surat kepada Bank Century agar mencairkan uang Boedi Sampoerno?
Imbalan apa? Apanya yang dikeluarkan? Semua akan dibayar, kok. Bank itu tidak mati, semua aset diakui dan ada. Terus apa lagi yang mesti diurus? Yang perlu diurus, uang yang dilarikan Robert Tantular itu.
Jadi, apa konteksnya saat itu Anda mengirim surat ke Bank Century?
Konteksnya, saya minta jangan dicairkan dulu rekening yang besar-besar. Kami teliti dulu. Paling besar kan punya Boedi Sampoerna, nilainya triliunan rupiah. Kami periksa dulu, kenapa Boedi Sampoerna awalnya nggak mau melaporkan.
Menurut Anda, kenapa ada pihak yang berprasangka negatif kepada Anda?
Kalau orang berprasangka, saya tidak boleh marah, karena kedudukan ini (Kabareskrim) memang strategis. Tetapi saya menyesal, kok masih ada orang yang goblok. Gimana tidak goblok, sesuatu yang tidak mungkin bisa ia kerjakan kok dicari-cari. Jika dibandingkan, ibaratnya, di sini buaya di situ cicak. Cicak kok melawan buaya. Apakah buaya marah? Enggak, cuma menyesal. Cicaknya masih bodoh saja. Kita itu yang memintarkan, tapi kok sekian tahun nggak pinter-pinter. Dikasih kekuasaan kok malah mencari sesuatu yang nggak akan dapat apa-apa.
http://majalah.tempointeraktif.com/i...130792.id.html
-----------------
apalagi buayanya jenis 'buaya darat' ...
Bagaimana untuk Dapat Khusyu' Ketika Shalat
Kekhusyukan dalam shalat merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam menentukan kesuksesan seseorang dalam hidupnya di dunia dan akhirat.
"Sesungguhnya, orang-orang beriman, yang khyusu' dalam shalatnya, adalah orang-orang yang menang"
Ini merupakan salah satu faktor penentu diterimanya ibadah shalat atau tidak.
Ini merupakan salah satu cara untuk mendapatkan pahala lebih dari Allah swt.
Khusyu' dapat mempermudah untuk membersihkan hati.
Cara mendapatkan khusyu'
Sebelum Shalat
Seorang muslim hendaklah mengetahui sifat-sifat Allah. Mengentahui sang pencipta dapat membantu kita sebagai hamba yang lebih baik dan juga menambah kecintaan dan keimanan kepada Allah
Menghindari dosa-dosa kecil dan besar dan mempermudah hati kita menerima hidayat dari Allah dan juga dapat melembutkan hati.
Sering-seringlah membaca Alquran, karena hal ini dapat melembutkan hati. Hati yang keras tidak akan mungkin untuk dapat khusyu'
Janganlah banyak memikirkan hal-hal keduniawian, memikirkan kematian dan kiamat dapat membantu kita melawan hawa nafsu dunia
Hindari terlalu banyak tertawa atau perkataan yang sia-sia, karena hal ini dapat mengeraskan hati
ketika azan mengumandang, berhenti sejenak dari apa yang anda kerjakan. Dengarkan azan itu dengan khusyu', dan ulangilah kalimat muazzin. Ini dapat mempersiapkan hati dan pikiran kita untuk dapat khusyu' menjalankan shalat
Bergegaslah untuk berwudhu setelah mendengar azan
Pergilah ke masjid untuk shalat, dan berdzikirlah di sepanjang perjalanan, karena hal ini dapat mengusir godaan syaitan dan dapat membantu mempersiapkan konsentrasi untuk shalat
Gunakanlah waktu sebelum shalat (setelah azan, sebelum iqamat) untuk mempersiapkan diri untuk shalat.
Ketika Shalat
Waktu iqamat itu merupakan kesempatan terakhir bagi kita untuk mempersiapkan diri untuk shalat, gunakanlah
Ketika menghadap kiblat, bayangkan seolah-olah:
Bahwa shalat yang akan kita laksanakan ini adalah shalat terakhir kita.
Bahwa kita sedang berdiri di depan Allah swt, bagaimana kita dapat sibuk memenuhi hati dan pikiran kita dengan hal-hal lain?
bahwa malaikat maut sedang mengejar kita.
Jangan lupa isti'azah, karena ini dapat menghalau bisikan-bisikan syaitan
Ketika membaca Alfatihah, bayangkan jawaban Allah untuk setiap ayat yang kita ucapkan (ketika kita mengucapkan: Alhamdulillahi rab-bil 'alamin, Allah menjawab: Hambaku telah memujiku. Perasaan ini dapat membantu kita untuk khusyu'.
Memperindah bacaan quran kita
Bacalah bacaan quran secara pelan dan resapi maknanya
Variasikanlah pilihan surat pendek yang kita baca ketika shalat. Jika membaca satu surat secara terus-menerus akan membuat kita membaca surat itu tanpa menghadirkan hati, tetapi hanya menggerak-gerakkan mulut
Belajarlah bahasa arab, karena hal ini tentu saja dapat menambah kekhusyukan jika kita mengerti apa yang kita katakan dalam shalat
Berinteraksilah dengan ayat alquran yang kita baca: Jika ayat itu menyuruh kita untuk menyebut nama Allah, maka sebutlah
Ketika sujud, ingatlah posisi ini dimana posisi kita paling dekat kepada Allah, berdoalah ketika dalam sujud ini
Setelah shalat
Berdzikir dan berdoalah
Bersyukurlah kepada Allah
Tanamkan di dalam hati bahwa shalat berikutnya mesti lebih baik dari sholat sebelumnya
diterjemahkan dari artikel yang ditulis oleh Dr Mamdouh N. Mohamed, Associate Professor di the American Open University.
Rabu, 28 Oktober 2009
Sumpah Pemuda ; "Mendjoendjoeng" Bahasa Indonesia dengan Bahasa Daerah
Kekayaan Indonesia tidak hanya mencakup tanah-sungainya, gunung-lautnya, dan lembah-hutannya, tetapi juga meliputi suku tentu sekaligus bahasa masing-masing suku yang begitu beragam.
Namun, sepandai-pandai menjaga kekayaan, bakal tergerus juga, bahkan bisa-bisa menuju kemiskinan. Nah, bayangkan kalau si empunya kekayaan sama sekali tak pandai menjaganya, tak tulus merawat dan menumbuhkembangkannya?
Seiring perputaran masa, jumlah bahasa daerah di Indonesia kian menyusut. Menyusut karena penuturnya terus berkurang, karena yang mewarisi bahasa daerah terlibat jauh pada peristiwa modernisasi. Tentu arus modern, mau tak mau, secara sistimatis akan mencuci keindonesian seseorang, seterusnya keindonesiaan Indonesia. Termasuk keindonesiaan bahasa yang digunakan.
Ya, penjajahan bahasa asing terhadap bahasa Indonesia kerap dituding telah menggoyahkan pondasi keindonesiaan bahasa nasional. Bermukimnya bahasa asing baik secara sah maupun tidak sah di dalam bahasa Indonesia tidak dapat dihindari. Bukankah bahasa Indonesia diposisikan sebagai bahasa yang tumbuh dan berkembang, dinamis dan lapang dada?
Agaknya, mengabaikan bahasa asing, terutama bahasa Inggris adalah sebuah kemustahilan. Apalagi bahasa Indonesia tidak duduk di kasta tertinggi pada pergaulan bahasa Internasional. Namun, tidak serta-merta bahasa Indonesia harus menjadi bahasa yang senantiasa menadahkan tangan. Selektif mengutip bahasa asing menjadi pilihan yang paling aman. Meskipun tidak mudah menyeleksi bahasa asing yang menerjang bagai air bah.
Nah, salah satu cara dari sedikit cara untuk memperlambat laju pasokan bahasa asing, ya, dengan memberdayakan khazanah bahasa daerah yang hidup di Indonesia. Selain berfaedah merawat keindonesiaan bahasa Indonesia, juga berguna untuk mencegah kepunahan bahasa daerah. Sekali petik, dua tiga tangkai bunga pindah ke tangan!
Ketergantungan terhadap Asing
Tindakan ini pun semata memperlambat eksodus bahasa asing ke ranah bahasa Indonesia. Tidak mungkin memutus sama sekali. Mengapa demikian? Banyak konsep pada kosakata bahasa asing yang tidak tersedia dalam bahasa Indonesia. Dengan kata laina, konsep pada kosakata bahasa daerah tidak sepenuhnya mampu mewakili kosakata dan istilah modern, yang tentu banyak terbit dari bahasa asing.
Maka tidak perlu heran jika ‘bantuan’ bahasa asing terhadap bahasa Indonesia lebih semarak ketimbang sumbangan bahasa daerah. Untung negara lain tidak pernah memperkarakan bangsa Indonesia yang banyak memungut kosakata mereka. Sejatinya, Indonesia memang pemungut aktif bahasa asing, baik bulat-bulat maupun lewat proses penyerapan. Alif Danya Munsyi, yang tak lain adalah Remy Silado pernah menulis sebuah buku berjudul "9 dari 10 Kata Bahasa Indonesia adalah Asing".
Fakta ini membuktikan bahwa sejak lampau, bahasa Indonesia disesaki bahasa asing. Sayangnya, banyak pengguna bahasa tidak memakai bahasa asing yang sesungguhnya telah diformat ke dalam bahasa Indonesia. Kenyataan ini diperparah oleh ketergantungan pengguna bahasa terhadap bahasa asing sekaligus keengganan menggunakan bahasa daerah, meski telah diamini kamus.
Bahasa Daerah Disyukuri
Maka, kita patut bersyukur kalau masih ada masyarakat yang mempertahankan pemakaian bahasa daerah dalam kondisi tertentu. Bahasa daerah (masing-masing) termasuk perangkat yang diusung kelompok-kelompok masyarakat yang berlandaskan kesukuan. Memang, ada penilaian yang keliru terhadap kelompok masyarakat yang masih setia menggunakan bahasa daerah. Padahal, ritual-ritual adat, khususnya upacara perkawinan tidak hanya berguna untuk melestarikan budaya, tetapi juga memperpanjang usia ciri keindonesiaan dalam kosakata bahasa Indonesia.
Sungguh, sebuah kebahagiaan tatkala Sultan Hamengku Buwono X berancang mewajibkan setiap pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta serta kabupaten/kota berbahasa Jawa setiap hari tertentu. Memang, kebijakan ini tidak bisa ditiru mentah-mentah oleh daerah-daerah yang penduduknya dihuni oleh banyak suku (tidak ada suku yang mayoritas). Namun, semangat Sultan dalam melestarikan bahasa daerah patut direnungkan, dijabarkan dalam perilaku berbahasa.
Menjatuhkan beban untuk mendongkrak harkat dan martabat bahasa Indonesia ke pundak bahasa daerah memang bukan jalan keluar satu-satunya. Namun, menjadi siasat alternatif untuk mempertahankan harga diri bahasa Indonsia dari ‘kebuasan’ bahasa asing. Betapa hina jika tak mengikutsertakan bahasa daerah dalam menegakkan kewibawaan bahasa Indonesia.
Pula, bukankah hal ini menjadi modal penting untuk mewujudkan salah satu amanat yang tercantum dalam Sumpah Pemuda: kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatuan bahasa Indonesia?
Rabu, 07 Oktober 2009
Menjelang Satu Abad: Pendidikan Muhammadiyah (masih) Miskin Leadership Skill

Oleh: David Efendi)*
“Pelajar hari ini, pemimpin masa depan”
Seorang Guru saya di SMP Muhammadiyah 8 Godog, Bapak Kyai Shodiq Abdullah. sekolah kami di desa kecil di antara bengawan solo dan Pantai utara Lamongan. beliau selalu dan selalu menyampaikan kata-kata tersebut diatas secara berulang-ulang layaknya KHA Dahlan menyampaikan al-Maun kepada muridnya sampai berkali-kali. Artinya, pendididikan kepemimpinan bagi guru tersebut sangat penting. Tidak hanya bagi guru tersebut tapi untuk masa depan peradaban, bangsa, dan persyarikatan ini. Tapi lambat laun, semakin sedikit yang menyadari hal ini.
Sebagai orang yang pernah mendapatkan pendidikan di bangku sekolah Muhammadiyah di pedalaman alias sekolah Muhammadiyah kampungan tentu ada kebanggaan ketika penulis menginjakkan kaki di pusat peradaban Muhammadiyah, Yogyakarta yang bisa menyaksikan ratusan sekolah Muhammadiyah yang megah, standar internasional, yang bisa dikatakan sebagai centre of exellance dari wajah Muhammadiyah yang selama ini penulis melihat bergaya kampungan di desa saya. Di balik kebanggaan tentu kemudian muncul berbagai pertanyaan yang janggal, muncul kegelisahan, dan kritik bahwa kemajuan itu Nampak indah dari luar dan Nampak kacau dari dalam karena mahal, ekslusif, tidak merakyat, dan miskin skill kepemimpinan. Semua bisa berubah, begitu juga wajah pendidikan Muhammadiyah. Apa yang tidak bisa berubah?

Pada awalnya tulisan ini berjudul Robohnya sekolah Muhammadiyah, akan tetapi kenyataanya kan bukan hanya sekolah Muhammadiyah yang roboh, sekolah Negara banyak juga yang roboh dan bubar (dimerger). Sehingga tulisan ini berganti haluan dan judul untuk men
gambil salah satu engel dari begitu banyak hal yang pantas di soroti untuk tidak tergesa-gesa mengatakan everything is broken. Sebagaimana yang pernah ditulis oleh pendidikan rusak-rusakan. Begitu juga beberapa tulisan yang menusuk sebuah penyelenggara lembaga pendidikan, yaitu sebuah makalah yang layak direnungkan yang ditulis Eko Prasetyo: beruntung aku tidak sekolah di Muhammadiyah. Apa alasannya, tentu salah satunya adalah mahal dan tidak ‘membebaskan. Dalam bahasa lain bisa dikatakan memiskinkan dan bukan ’memberdayakan’.
Selain pendidikan di Muhammadiyah kekurangan pelaku pendidikan (guru) yang bisa membangkitkan motivasi (m
otivator) bagi siswanya (warga belajar), sekolah Muhammadiyah juga miskin inpirator dan kreator. Guru tidak hanya tidak lagi digugu dan ditiru tapi nyaris tidak ada yang namanya guru inspiratif, pendidik yang mampu mendorong secara tidak langsng bagi murid-muridnya untuk memacu semangat dan karya kreatifnya untuk meraih mimpinya. Film atau novel laskar pelangi bisa menjadi lonceng kematian bagi pendidik inspiratif di Muhammadiyah. Meski ini asumsi akan tetapi bisa menjadi perhatian bagi pelaku pendidikan Muhammadiyah untuk menjadi dan menghasilkan guru yang kreatif dan inspiratif bagi warga belajarnya. Guru zaman ini dan yang akan datang, tidak mungkin hanya berfungsi sebagai transfer ilmu pengetahuan, hanya menjadi sumur yang kering karena ilmu pengetahuan bisa didapatkan jauh lebih besar tanpa melalui perantara guru. Guru di lingkungan M
uhammadiyah sangat besar jumlahnya, apa tidak ada yang bisa menjadi inspirasi? Bagaimana menjadi guru yang inspiratif?
Menjadi pendidik yang inspiratif dan mampu memotivasi siswa didiknya bisa dilatih, bisa diciptakan, tentu dengan kerja keras, mulai dari kesungguhan guru untuk menjadi teladan bagi keluarga, siswa, dan masyarakat serta kesungguhan untuk terus berkarya dan berkarya agar tidak hanya jualan jamu di depan siswa dan masyarakatnya. Guru selain mengajar harus juga belajar, selain memberi seabrek tugas bagi muridnya, juga memberikan tugas yang setimpal bagi dirinya agar tidak masuk dalam golongan NATO (guru yang no action, talk only). Yang tentu ke depan guru yang demikian akan ditinggalkan oleh para pencari ilmu).
Sebagai kritik yang membangun. Satu hal yang penulis ingin sampaikan adalah tentang miskinnya dan fakirnya keterampilan menjadi pemimpin (leadership skill) di kalangan guru dan pendidikan di lingkungan sekolah Muhammadiyah. Dari sekian jumlah guru Muhammadiyah se-Indonesia ada berapa yang benar-benar menjadi pemimpin, ada berapa yang berusaha menjadi pemimpin, menjadi aktivis persyarikatan, ada berapa yang ikut Muhammadiyah untuk formalitas dan ceremonial, ada berapa yang oportunis, ada berapa yang hanya mencari nafkah di sekolah Muhammadiyah? Ini pertanyaan berat dan tidak akan pernah selesai dijawab. Dan banyak guru Muhammadiyah yang loyalitasnya terhadap persyarikatan nomor buncit. Kesetiaan kepada Muhammadiyah diletakka setelah kesetiaan kepada status PNSnya, partai politiknya, dan organisasi lainnya.
Kenapa miskin leadership?
Ada beberapa penyebab. Pertama, Orientasi sekolah muhammadiyah memang kebanyakan tidak untuk menjadi pemimpin sebagaimana maksud pendidikan Muhammadiyah. Banyak pengelola pendidikan di Muhamamdiyah yang mengarakan sekolahnya untuk memenuhi permintaan lapangan pekerjaan, atau untuk menawarkan tenaga kerja, dan atau untuk mendapatkan pekerjaan yang layak kelak nanti. Kepemimpinan menjadi sesuatu yang bukan utama, pendidikan inilah yang kemudian tidak memberdayakan, bahkan malah meninahbobokkan. Semnatara pendidikan kepemimpinan mampu memberikan harapan akan tercapainya pencerahan peradaban dan terwujudnya babak baru yaitu peradaban utama menjelang satu abad umur Muhammadiyah. Kedua, pendidik atau guru bukanlah aktivis atau orang yang terlibat dalam kepemimpinan atau pernah terlibat dalam organisasi sehingga pendidik yang golongan ini hanya berfikir mengajar dan mengajar, masa depan di tangan tuhan dan tergantung nasib. Agak fatalistik, naif bahkan magic. Ini guru Muhammadiyah tapi tidak mengamalkan ’ajaran’ Muhammadiyah. Seorang sahabat bilang, di lingkungan Muhammadiyah guru yang alumni AMM akan jauh lebih progresif mendidik siswanya dan rata-rata guru alumni AMM ini sudah khatam membaca buku-buku saudara Eko Prasetyo seperti: mendidikan itu melawan, Orang Miskin dilarang sekolah, dan sebagainya. Ini ke depan bisa diwajibkan untuk guru Muhammadiyah.
Kalau sekolah Muhammadiyah saja miskin leadership skill, sehari penuh di sekolah hanya untuk mempelajari matematika, mengeja a b c d dan seterusnya apa yang akan dibanggakan dari sekolah Muhammadiyah? . Kepemimpinan tidak diajarkan secara sungguh-sungguh keterampilan dan pentingnya pembelajaran tentang kepemimpinan lalu siapa yang akan mengisi Muhammadiyah, siapa yang berminat kembali ke Muhammadiyah setelah menjalani pendidikan, siapa yang mau pulang kampung untuk mengurus rantingMuhammadiyah yang mati suri. Siapa?
Ketiga, Ada organisasi pelajar Muhamamdiyah bernama IPM yang masih(sedang) berjuang untuk mendapatkan pengakuan sekolah, yang masih sering tidak didukung oleh stake holder sekolah Muhammadiyah masih sering dipandang dengan mata sebelah. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan, pembelajaran menjadi pemimpin dna organisasi bukan hal yang urgent di sekolah. Ini juga merupakan kegagalan kita melihat zaman secara komprehensif dan futuristik bahwa ke depan pemimpin-pemimpinla h yang akan menentukan wajah Muhammadiyah dan rupa negeri ini. Tanpa pendidikan kepemimpinan yang sistematik, terprogram, integral dan terencana dengan baik di sekolah Muhammadiyah, tanpa itikad dan kerja keras mulai dari sekarang, peradaban utama itu masih jauh panggang dari api, masih mimpi di siang bolong. Tanpa pendidikan kepemimpinan, Muhammadiyah bukanlah apa-apa! Cepat atau lambat.
Selasa, 06 Oktober 2009
Letaknya Taqwa

"Hai orang orang yang beriman, bertaqwalah kepada Alloh dengan sebenar benar taqwa kepadaNya, dan janganlah sekali kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam."
"Dan berpeganglah kamu semua kepada tali (agama) Alloh, dan janganlah kamu bercerai berai dan ingatlah akan nikmat Alloh kepadamu ketika dahulu (masa jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Alloh menjinakkan antara hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Alloh orang orang yang bersaudara, dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Alloh menyelamatkan kamu daripadanya. Dengan demikian Alloh menerangkan ayat ayatNya kepadamu, agar kamu mendapatkan petunjuk."
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kepada yang mungkar, merekalah orang orang yang beruntung."
"Dan janganlah kamu menyerupai orang orang yang bercerai berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. mereka itulah orang orang yang mendapat siksa yang berat. (QS. Ali Imraan : 102 - 105)
Taqwallah letaknya hanya di dalam dada, maksudnya dalam hati tiap tiap manusia, bukan didalam ucapan yang keluar dari bibir yang tidak bertulang, bukan pula dengan pernyataan tertulis dalam majalah dan koran, bukan dengan kata kata yang hanya kosong melompong, tidak pula dengan jalan didiktekan oleh yang menyumpah lalu ditirukan oleh yang disumpah sewaktu akan menerima suatu jabatan, tinggi ataupun rendah, atau hanya di gembar gemborkan lewat podium. Bukan disitu tempatnya, tetapi dalam perasaan yang tersimpan dalam hati, terpendam rapat, terkunci dalam dada. Tidak perlu dikeluarkan atau diiklankan, tidak usah dipertontonkan dan dipropagandakan bahwa dirinya adalah manusia bertaqwallah.
Manakala taqwallah itu sudah benar benar menghujam di dalam hati, menjelma menjadi satu dengan darah daging, maka pasti akan diletuskan, diledakkan dan didentumkan oleh perbuatan dan tindakan yang nyata, bukan karena pamer, bukan ingin dipuji dan disanjung, tetapi semata mata karena keikhlasan yang meluap luap dalam kalbu, sebab mengharapkan keridhaan Alloh SWT.
Tidak mungkin agama Islam menyebar ke seluruh penjuru alam, dikenal kawan dan lawan disegenap persada permukaan bumi ini, andaikata tanpa rasa taqwallah yang tertanam benar benar dalam dada dan hati setiap muslim sejak dari jaman Nabi Muhammad SAW, dan sahabat sahabat dahulu hingga sampai pada zaman kita sekarang ini. Mustahil sekali masjid masjid itu dapat berdiri dengan megahnya dmana mana, kalau bukan disebabkan letusan taqwallah.
Sebaliknya, jika taqwallah ini dibuat buat, diada adakan, tetapi hati sebenarnya tidak menerima, enggan menyambut kedatangannya dengan gembira, bahkan menolak. Ini tidak lain sebabnya hanyalah karena bukan taqwallah yang sebenar benarnya yang ada dalam kalbu, tetapi taqwallah yang hanya diucapkan dalam bibir dan dilafadzkan oleh lisan belaka. Malah taqwallah yang demikian akan menimbulkan kemungkaran dan kejahatan makin merajalela, bertambah luas penyebarannya.
Abu Hurairah ra. telah berkata: " Saya telah mendengar Rasululloh SAW. bersabda yang artinya :
"Tujuh macam orang yang akan dinaungi di bawah naunagn Alloh pada hari tiada naungan kecuali hanya naungan Alloh yaitu :
Imam (pemimpin) yang adil
Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Alloh
Dua orang saling cinta mencintai karena Alloh
Seorang laki laki yang dirayu oleh wanita cantik, lalu dia berkata: "Sesungguhnya aku takut kepada Alloh."
Seorang yang sedekah dengan tangan kanannya dan disembunyikan dari tangan kirinya.
Seorang yang hatinya selalu ada dimasjid (yang menjaga benar sholat jamaah)
Seorang yang ingat kepada Alloh sendirian tiba tiba mencucurkan airmata (yakni karena ingat dosanya dan takut kepada Alloh).' (HR. Bukhari dan Muslim).
Abdullah bin Amr.ra berkata: "Jika saya mencucurkan setetes air mata karena takut kepada Alloh, maka yang demikian itu lebih baik bagiku daripada sedekah seribu dinar."
Ka'ab Ahbar berkata: "Demi Alloh yang jiwaku berada ditanganNya, jika aku menangis karena takut kepada Alloh hinga mengalir air mata atas pipiku, niscaya lebih baik bagiku daripada sedekah satu gunung emas."
Auf bin Abdullah berkata : "Saya mendapat keterangan bahwa airmata yang bercucuran karena takut kepada ALloh itu tiada menyentuh bagian tubuh melainkan itu diharamkan dari api neraka."
Muhammad bin Al Mundzir jika menangis karena takut kepada Alloh, maka ia menghapuskan airmata itu ke muka dan jenggotnya lalu berkata: "saya mendapat keterangan, bahwa api neraka tidak akan menyentuh tempat yang disentuh oleh airmata itu."
Bila seseorang telah benar benar bertaqwa kepada Alloh, maka sampailah orang tersebut kepada derajat yang tertinggi, bahkan ketaqwaannya itu akan lebih sempurna jika disertai dengan sikap mental yang terpuji menurut pandangan Alloh, sehingga dalam kehidupan sehari hari dapat melakukan hal hal sebagai berikut :
Selalu menuju kepada ampunan Alloh dalam arti bekerja dalam hidup ini selalu hanya mengharap ridho Alloh, bukan yang dilarang dan dimurkai.
Sanggup menahan diri dari segala macam amarah, sebab manusia yang dapat menahan diri dari sikap dan perbuatan yang didorong oleh amarahnya, maka akan menjadi orang yang berjiwa besar, terhormat dan disegani.
Suka berbuat baik, pemaaf , jujur, tidak dendam, tidak dengki dan sebagainya. Sehingga bila terpeleset melakukan dosa dosa, meskipun itu dosa dosa kecil, maka ia cepat cepat bertaubat kepada Alloh dan kembali kepada yang benar. maksudnya yang benar dan diridhoi Alloh SWT.
Dari sinilah orang yang bertaqwa benar benar kehadirat Alloh tersebut berhak meraih derajat yang paling mulia dan tinggi disisi Alloh, sebagaimana yang dijelaskan dalam surah Al Hujurat ayat 13, yaitu :
"Sesungguhnya orang orang yang paling mulia dihadapan ALloh adalah orang orang yang taqwa diantara kamu."
Jika kita mau merenungkan firman Alloh tersebut, maka jelas dan nyata. Bahwa orang yang paling mulia disisi Alloh adalah orang yang paling banyak taqwanya, bukan orang yang berharta, bertahta, bukan orang yang hidupnya bebas karena terpenuhinya segala kebutuhan dan kepuasannya. Orang yang taqwa itulah orang yang benar benar sanggup membuktikan dirinya sebagai orang yang patuh melaksanakan perintah perintah Alloh dan yang disenangi Alloh dan menjauhi larangan laranganNya dan segala yang dibenci Alloh sehingga mulialah kita di hadapan Alloh.
Sifat taqwa itu boleh dimisalkan seperti sumber mata air, yang terus menerus memancarkan air yang jernih tidak kering kering sepanjang masa. Dapat di ambil faedahnya oleh manusia untuk keperluan diri sendiri, seperti untuk minum, membersihkan badan, pakaian dan lain lainnya, juga memberikan manfat kepada kehidupan makhluk yang lain di alam semesta, misalnya mengairi sawah, menyuburkan tanam tanaman, menggerakkan kekuatan listrik dsb.
Laksana air jernih yang berfungsi memberikan kenikmatan dan kebahagiaan kepada makhluk, zatnya sendiri bersih dan dapat pula membersihkan benda yang lain.
Walllahu'alam bish showab
Alhamdu lillaahi robbil 'aalamiin
(dari buku Manisnya Taqwa : Imam Al Ghazali)
Selasa, 29 September 2009
Lindungi Batik Melalui Hari Batik Nasional

Nelson Mandela dengan bangganya mengenakan baju batik pada saat pidato pertamanya sebagai Presiden Afrika Selatan (Mei 1994) sebagai hari pembebasan pemisahan ras kulit putih. Saya merasa salut kepada Mandela, karena ia lebih sering dan lebih senang mengenakan baju batik daripada jas. Entah dalam acara bagaimana formilnya sekalipun juga. Baju batik ini di Afrika Selatan diberi nama Madiba. Konon batik pertama kalinya diperkenalkan secara international oleh mantan Presiden Soeharto pada saat konferensi PBB.
Ibu kandung dari Barack Obama – Ann Dunham terkenal sebagai kolektor batik. Pada bulan Juni 2009 kemarin hasil koleksinya dipamerkan di berbagai macam museum di Amerika - Barack Obama's Mother and Indonesian Batiks. Pakaian dari disainer kondang Italy Prada bukan hanya senang dipakai oleh perempuan papan atas sekarang ini saja, bahkan ratusan tahun sebelumnya. Para bangsawan kerajaan jaman dahulu mengenakan batik Prada atau Pinarada Mas adalah kain batik yang ditulis dengan menggunakan serbuk emas murni.
Pada tanggal 2 Oktober nanti, UNESCO akan mengukuhkan batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage) di Perancis. Hal inilah yang mendorong saya melalui artikel ini untuk turut mempromosikan Batik. Tetapi apa sebenarnya yang Anda ketahui tentang Batik?
Asal Kata Batik
Kata Batik itu sendiri diserap dari bahasa Jawa “amba” = menulis dan “nitik”. Batik erat dikaitkan dengan kebudayaan etnis Jawa, bahkan sudah dikenal semenjak zaman Raden Wijaya (1294-1309) pada masa kerajaan Majapahit. Setelah akhir abad XVIII, batik mulai meluas menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa. Batik secara historis ditulis dan dilukis pada daun lontar. Pada awalnya kesenian batik ini hanya khusus untuk pakaian raja dan keluarga, serta para pengikutnya. Dikerjakannya pun hanya terbatas di lingkungan kraton saja. Akhirnya kesenian ini dibawa ke luar keraton oleh pra pengikut raja yang tinggal di luar kraton, sehingga akhirnya menjadi pakaian rakyat. Sampai awal abad XX, batik yang dihasilkan semuanya batik tulis yang dikerjakan hanya oleh kaum perempuan. Membuat batik tulis membutuhkan waktu dua sampai dengan tiga bulan.
Batik secara historis ditulis dan dilukis pada daun lontar. Pembuatan batik cap baru dikenal setelah perang dunia pertama. Ide pembuatan batik cap ini timbul dari seorang Tionghoa yang bernama Kwee Seng dari Banyumas. Sejak adanya produksi batik cap inilah kaum pria juga bisa turut dikaryakan dalam pembuatan batik.
Pada awalnya batik dibuat dengan menggunakan kain mori. Dewasa ini batik dibuat juga dari bahan-bahan lainnya, misalnya sutera, rayon ataupun poliester. Motif gambar batik dibentuk/ditulis dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang dinamakan canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar. Kain yang telah selesai dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan. Panjangnya batik pada umumnya sekitar 2¼ meter.
Apakah Anda mengetahui bahwa di Pekalongan ada Museum Batik? Apabila Anda lewat Pekalongan, ajaklah anggota keluarga Anda untuk berkujung ke Museum tersebut agar mereka juga bisa lebih mengenal dan lebih mencintai Batik.
Sebagai akhir dari tulisan ini, saya ingin mengajak rekan-rekan dan para pembaca semua untuk turut mengkampanyekan Batik, mulai dengan menyebarluaskan tulisan ini maupun mengenakan pakaian batik pada saat akhir pekan nanti. Dimulai pada hari Jumat, tanggal 2 Oktober 2009 sebagai Batik Day.
Marilah kita perjuangkan perlindungan Batik dengan aksi nyata dari semua warga Indonesia, yang mana kita merasa bangga mengenakan pakaian batik melebihi daripada jas ataupun pakaian formil lainnya.
Mari mencintai Indonesia
Mari berjuang untuk Indonesia
Mari lindungi budaya Indonesia dan mari batikkan Indonesia pada hari Batik Nasional
Kamis, 24 September 2009
Franz Magnis Suseno: Mahasiswa Harus Tetap Kritis

Rabu, 23 September 2009
Kader Penerus Perjuangan
MUHAMMADIYAH, sebagai gerakan Islam, aktif mengikuti perkembangan dan perubahan masyarakat. Ini dilakukan secara sengaja dan sadar, bukan secara kebetulan. Karena Muhammadiyah senantiasa mempunyai kepentingan untuk da’wah, amar ma’ruf nahi munkar, tajdid, dan menyelenggarakan gerakan serta amal usaha yang sesuai dengan lapangan yang dipilihnya, ialah masyarakat. Semua yang dilakukan Muhammadiyah ini sebagai usaha untuk mencapai maksud dan tujuannya, “Menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”. Karena itu, Muhammadiyah dalam merespon perkembangan dan perubahan harus cepat dan tepat serta tetap berpegang pada nilai-nilai dasar Muhammadiyah.